Postingan

KETIKA KATA-KATA ANIES BERUBAH-UBAH, JANJI DP NOL PERSEN KEMUDIAN DIUBAH MENJADI NOL RUPIAH

Gambar
Pakar gagasan dan kata-kata, begitulah mungkin sebutan yang pantas disematkan kepada Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hal ini tidak perlu kita sanggah karena memang Anies datang dengan mengidentikan dirinya dengan gagasan dan kata-kata. Itulah mengapa kata perang gagasan muncul di Pilkada kali ini. Anies bahkan menyerang paslon lain yang mementingkan kerja dibandingkan kata-kata. Bagi Anies, gagasan dan kata-kata adalah hal penting dan mendahului kerja. Menurut Anies, kata-kata dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengomunikasikan gagasan yang dia miliki kepada warganya. Dengan demikian, pelaksanaan program kerja di lapangan dapat berlangsung dengan lancar. “Orang yang menganggap kata-kata tidak penting, bahaya sekali. Kata-kata untuk menarasikan gagasan. Ada arah, ada narasi, ada hasil,” kata Anies. Hal ini memang terbukti menjadi kekuatan Anies. Hanya dengan gagasan dan berkata-kata, Anies mampu membius semua orang. Bak Mario teguh, Anies memukau warga Jakart...

Kasus Ahok dinilai tak layak dilanjutkan, ini penjelasan hukumnya

Gambar
TOP News -  Kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka  Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok  menjadi polemik. Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi menilai, proses hukum seharusnya dihentikan. Hendardi merujuk dari Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 1/PNPS Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Berdasarkan aturan tersebut, pihak yang diduga melakukan penodaan agama, kemudian telah meminta maaf, proses hukum seharusnya dihentikan. "Saya menyatakan bahwa proses pidana atas dugaan penistaan agama atas Basuki semestinya tidak berlanjut, karena yang bersangkutan telah meminta maaf," ucap Hendardi saat dihubungi wartawan, Senin (5/12). Sebab, dia menjelaskan, pada Pasal 2 aturan itu, berbunyi: (1) Barang siapa melanggar ketentuan tersebut dalam pasal 1 diberi perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu keputusan bersama Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Neger...

Nasaruddin Umar : Ahok Jalankan Tugasnya Dengan Ajaran Islam, Namun Tidak Ada Aksi Bela Islam Yang Membelanya

Gambar
TOP News - Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya? Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya? Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya? Islam mewajibkan orang melaksanakan amanah. Ketika Ahok secara ketat memerintahkan semua pegawai Pemda DKI untuk bekerja melayani rakyat, sebab gaji mereka selama ini dibayar oleh duit rakyat, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya? Islam memerintahkan membangun rumah ibadah. Ketika Ahok membangun mesjid di Balaikota dan Mesjid Raya Jakarta di Daan Mogot, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya? Islam mengajarkan kebersihan. Keti...

Ditanya Apa Kasus Ahok Penuhi Unsur Penistaan Agama? ini Jawaban Mengejutkan Otto Mantan Pngacara Jessica

Gambar
Pakar Hukum Pidana, Otto Hasibuan menilai proses hukum dugaan penistaan agama yang menyeret Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berlangsung super cepat, mulai dari proses penyelidikan hingga P21 tidak lazim, sehingga masyarakat harus mengawal kasus ini. "Meski tidak ada yang salah, percepatan proses hukum kasus ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini tidak biasanya. Namun bagaimanapun, memang tidak bisa dihindari, nuansa politis dalam kasus Ahok ini sangat kental sekali. Apalagi ini mencuat disela-sela masa kampanye Pilkada DKI Jakarta," ujarnya di Jakarta, Minggu (4/12). Menurut Otto, berdasarkan kaidah hukum normal, percepatan penuntasan kasus ini oleh polisi dan jaksa dengan membawa ke pengadilan tidak pernah terjadi sebelumnya. Meskipun tidak ada yang dilanggar, pengacara Jesica ini enggan berspekulasi soal motifnya. Sebelumnya Kejaksaan Agung memutuskan dan menyatakan bahwa perkara tersangka Ahok, telah ditanyakan P21....

Hanya Karena Foto Bareng Ahok dan Bawa Al Qur'an, Linda Perempuan Berkerudung Dituduh Begini di Media Sosial

Gambar
TOP News - Seorang wanita berkerudung mengaku dirinya di-bully dan dituduh pelacurnya Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) Cagub Petahana DKI nomor urut 2 setelah foto bersama sambil memegang Al Qur’an, seusai dialog di Rumah Lembang minggu lalu (20/6) diunggah orang di media sosial. Linda yang berangkat dari rumahnya di Cibubur setelah Sholat Subuh mengatakan tetap teguh dan berkeyakinan untuk mendukung  pemimpin yang amanah, Basuki Tjahaja Purnama karena keberhasilan kinerja dan tidak korupsi. “Saya sampai dibilang pelacurnya Bapak Ahok oleh mereka, karena saya memilih Pak Ahok.Teganya mulut mereka mengatakan seperti itu kepada saya. Saya yakin pilihansaya tidak salah dengan Bapak Ahok,” tegas Linda sambil bercucuran air mata. Karenanya, dia berharap supaya eks-Bupati Belitung Timur itu bisa kembali memimpin Jakarta dengan membenahi dan terus membangun Jakarta baru ke arah lebih baik. Linda yang menggunakan kerudung krem untuk kedua kalinya hadir (Jumat, 1/12) di Rumah Lemb...

BREAKING NEWS...!!! Hari ini Ahok di tahan...

Gambar
Hari ini Ahok blusukan ke beberapa wilayah di DKI dan di tahan oleh beberapa warga untuk berfoto dan bersalaman, karena mereka sudah lama menantikan kedatangan Ahok ke wilayahnya, Hampir setengah jam warga menahan Ahok hanya untuk sekedar salaman dan berfoto.

PROPAGANDA KHILAFAH...

Gambar
sumber Foto : facebook.com TOP News - Ketika akhirnya adek Intan Olivia korban bom Samarinda wafat karena luka bakar yang serius, saya tertarik untuk melihat pandangan kaum sebelah.. Dan benar sesuai dugaan saya, jangankan bersedih atau mengutuk aksi itu, mereka sibuk berbicara bahwa bom Samarinda adalah pengalihan isu dari kasus Ahok... "Kenapa begitu ? Apakah mereka sudah tidak punya hati ?" Kalau masalah hati, sudah tidak usah ditanyakan lagi. Jika punya, sejak lama mereka sudah waras dalam berkomentar.. Tapi selain masalah hati, hal yang perlu diwaspadai adalah propaganda mereka.. Perhatikan saja, mereka tidak menemukan celah bahwa yang melakukan pemboman ini adalah non muslim. Jika ada - entah itu dalam bentuk KTP atau identitas apapun - maka mereka menggonggong sahut menyahut bahwa "Ini perbuatan kafir, ini fitnah terhadap Islam..". Tetapi ketika teridentifikasi bahwa memang teroris itu beragama Islam, maka teriakan mereka berbeda, "Itu ...