c

Selasa, 28 Juni 2016

Ahok Bayar Zakat Rp. 55 Juta


TOP News - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata juga membayar zakat melaluiBadan Amil Zakat Infaq Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta. Tahun ini, Ahok menyetor zakat Rp 55 juta.
Hal ini diinformasikan pada acara BAZIS Provinsi DKI Jakarta, Peduli Umat 2016, “Zakat untuk Kesejahteraan Umat” di Plennary Hall JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6).
“Tahun ini, zakat Pak Gubernur Rp 55 juta,” demikian papar salah seorang pembawa acara perempuan.
Sementara sebelumnya, pada tahun 2015, Ahok disebut berzakat Rp 50 juta.
Terkait hal itu, suami Veronica Tan ini pun meminta kepada jajarannya agar semangat membayar zakat terutama yang muslim.
“Saya sejak Bupati (Belitung Timur) saja sudah bayar zakat supaya bawahan semua malu. Yang enggak dapat hidayah saja bayar, sedangkan kamu yang mengaku dapat hidayah malah enggak bayar,” tutur Ahok dalam sambutannya.
Menurutnya, ia sendiri ingin memberi teladan kepada jajarannya, bahwa dirinya yang non-muslim saja menyetor uang ke BAZIS DKI, entah tergolong zakat atau bukan, maka Ahok berpendapat, pejabat PNS yang muslim seharusnya juga bersemangat berzakat.
Sumber : Jitu News | Metro TV News | DETIK

Sabtu, 25 Juni 2016

Ahok “Gubernur Terbaik Se-Asia”

Ahok Gubernur terbaik se ASIA

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinobatkan sebagai Gubernur terbaik se-Asia versi majalah Globe Asia. Dengan berbagai penelusuran yang begitu detail ada banyak sekali keberhasilan-keberhasilan Ahok sejak menjabat sebagai Anggota DPRD Belitung dan Bupati Belitung Timur hingga saat ini.
Disampaikan di dalam ulasan majalah ini belum ada yang seberani Ahok dalam menjalankan berbagai kebijakan di pusat ibukota negara, apalagi Ahok merupakan golongan minoritas yakni ber-etnis China dan beragama Kristen. Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang masih rendah sehingga begitu mudah diadudomba dengan isu-isu agama, suku, ras, antar golongan, namun semua bisa dilewati oleh Ahok.
Ahok dinilai berhasil dalam meyakinkan rakyat bahwa dengan sungguh-sungguh bekerja dengan sebaik mungkin untuk membenahi ibukota DKI Jakarta, daripada hanya menggunakan isu SARA untuk topeng dalam membodohi masyarakat dan merampok uang rakyat.
Diulas juga strategi luar biasa transparansi publik versi Ahok yakni sering mengupload video rapat di Youtube Pemprov DKI, yakni Ahok yang terkesan agresif, suka marah-marah, dan berbicara kasar, ternyata ada alasan yang jelas, yakni tidak ingin bermain-main dengan uang rakyat, menekan korupsi, membelanjakan uang negara sesuai kebutuhan, berhemat, dan menolak berbagai korupsi yakni manipulasi anggaran atau mark-up anggaran untuk dialirkan ke kantong-kantong pribadi para pejabat di DKI Jakarta, termasuk ketegasan dalam menolak kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok yang sejauh ini menjadi mayoritas cara berfikir pejabat di DKI Jakarta.
Hubungan harmonis antara Ahok dengan Jokowi sejak berada satu kantor di Pemprov DKI Jakarta juga dinilai begitu berhasil, bahkan hingga saat ini Jokowi menjadi Presiden dan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta berbagai kerjasama yang baik pun telah dinilai berhasil dalam memperbaiki segala sektor pembangunan DKI Jakarta sebagai pusat negara.
Ahok mengungkapkan bila ada seorang pemimpin yang lebih baik dari dia dalam berani terbuka, jujur, dan secara nyata membangun wilayah ke arah positif, melindungi uang rakyat dan uang negara dari kepentingan pribadi maupun kelompok, bila ada yang lebih baik maka Ahok bersedia mundur atau menyarankan rakyat untuk memilih seseorang tersebut demi kemajuan bangsa. Menilai seorang pemimpin lihatlah dari rekam jejaknya selama menjadi pejabat publik, karena rakyat sudah cerdas dan informasi terbuka luas maka harusnya rakyat cerdas dalam melihat rekam jejak atau sejarah kinerja atau prestasi kerja atau keberhasilan kerja selama ini.
Dari semua keberhasilan-keberhasilan Ahok apalagi dari latar belakang minoritas, juga semua prestasi dari karir politik awal, termasuk gebrakan Ahok di wilayah sekelas ibukota negara, dinilai belum ada yang seperti Ahok diantara pemimpin se-Asia sekalipun. Sehingga pada tahun 2015 Ahok dinobatkan sebagai “Man of the Year” se-Asia versi Globe Asia.

Jumat, 24 Juni 2016

Kekompakan Teman Ahok Bersama NasDem-Hanura-Golkar di Acara Bukber

Rakyat.win ~ Teman Ahok petang ini mengadakan pertemuan dengan pendukung cagub DKI incumbent Basuki T Purnama (Ahok), termasuk barisan pemuda dari Partai NasDem, Hanura, dan Golkar. Pertemuan ini ternyata tak membahas soal rencana pengusungan Ahok dari ketiga partai tersebut.

Pertemuan para Ahokers ini digagas oleh Garda Pemuda NasDem di Setiabudi Building, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2016). Mereka yang diundang adalah perwakilan dari Muda-mudi Ahok, Ale-ale Ahok, Ahok Garis Keras, JASMEV, Batman (Basuki Tjahaja Purnama Mania), Teman Ahok, Pemuda Hanura, dan perwakilan pemuda dari Golkar.

Tokoh muda yang hadir di antaranya Jubir Teman Ahok Amalia Ayuningtyas, Ketum Garda Muda NasDem Martin Manurung, Ketum Pemuda Hanura Wishnu Dewanto, Ketum AMPI Golkar Dave Laksono, dan perwakilan dari AMPG. Selain itu juga ada koordinator Muda-mudi Ahok Ivanhoe dan beberapa politisi muda seperti dari Ketua Badan Advokasi Hukum Partai NasDem Taufik Basari.

Martin Manurung menjelaskan bahwapertemuan ini merupakan ajang silaturahmi para relawan dan pendukung Ahok. Kumpul-kumpul para pendukung Ahok baik dari kelompok relawan maupun dari parpol menurutnya baru kali ini dilakukan.

"Ini kegiatan buka puasa bersama, karena sebelumnya gerakan menjadikan Pak Ahok sebagai gubernur disibukkan dengan pengumpulan KTP. Sekarang sudah terkumpul, tinggal verifikasi. Maka para pendukung dan relawan Ahok silahturahmi, kumpul bersama. Kan baru kali ini," ujar Martin.

Hal senada juga disampaikan oleh Jubir Ahok Amalia. Ia memastikan bahwa kegiatan petang ini bukan untuk membicarakan hal lain. Termasuk konsolidasi rencana pengusungan Ahok lewat jalur partai politik.


"Nggak ada (pembicaraan pengusungan). Kita diundang untuk buka bersama saja. Lagian yang datangnya (dari partai politik) muda-mudinya," ucap Amalia di lokasi yang sama.

Tak hanya barisan relawan dan pemuda partai pendukung saja yang hadir dalam acara. Terlihat artis Chicco Jerikho dalam kumpul-kumpul Ahokers ini.


Sumber: detik.com

Senin, 20 Juni 2016

Ahok: Mending Tidak Jadi Gubernur Dari Pada Tinggalkan TEMAN AHOK




TOP NewsGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, untuk maju ke Pilgub Jakarta mendatang ia tidak akan menggunakan jalur partai dan memilih berjuang bersama pendukung setianya, yakni "Teman Ahok".
Hal itu Ahok katakan saat memberikan sambutannya dalam acara "Teman Ahok" yang secara fantastis berhasil mengumpulkan 1 juta KTP sebagai syarat mendukung Ahok maju menggunakan jalur independen.
"Yang saya mau sampaikan, Teman Ahok tidak mudah mengumpulkan 1 juta KTP. Ini merupakan hal yang luar biasa," terang Ahok dalam sebuah video yang diunggah @TemanAhok di jejaring sosial, Twitter.
Dalam sambutan itu pula, Ahok menyatakan, jika ia disuruh memilih meninggalkan Teman Ahok untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia lebih baik tidak menjadi gubernur.
"Kalau saya disuruh pilih, pilih Teman Ahok tapi gagal jadi gubernur. Atau menjadi gubernur tapi meninggalkan Teman Ahok, saya pilih tidak jadi gubernur," tandas Ahok yang diikuti dengan teriakan Teman Ahok yang berada di depannya.

Ahok: Rakyat Berkuasa Atas Negara Ini

TOP NewsGubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa (Ahok) mengucapkan terima kasih atas dukungan Teman Ahok yang berhasil mengumpulkan dukungan hingga lebih dari 1 juta KTP sebagai dukungan untuk maju dalam Pilgub DKI 2017 mendatang melalui jalur Independen. 

"Pertama-tama saya berterima kasih pada pendiri Teman Ahok maupun teman-teman Ahok yang telah mengumpulkan KTP. Dan tentunya teman-teman juga dari parpol termasuk relawan. Ada keluarga ada teman ada yang pertama kali ketemu,"


Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI jakarta tersebut dalam pidatonya di hadapan ratusan Teman Ahok di kantor sekretariat Teman Ahok di Kompleks Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jaksel, Minggu (19/6/2016).

Ahok juga mengakui bahwa dirinya tak ingin bertemu dengan Teman Ahok hingga KTP Tembus hingga 1 juta dukungan. "Saya tidak mau jual nama saya (untuk) ngumpulin duit," katanya. 

Dalam perjalanannya untuk mengumpulkan KTP, Teman Ahok tersandung banyak kesulitan dan halangan. Namun hal tersebut tak menjadi persoalan karena saat ini dukungan telah tembus hingga Sejuta.

"Menfitnah Teman Ahok bertentangan dengan kesepakatan kami. Saya mau sampaikan Teman Ahok tidak mudah kumpulkan 1 juta. Kalau saya pilih teman Ahok tapi gagal jadi gubernur. Kalau orang ragukan niat saya, (untuk maju independen), saya sudah berani menantang anggota DPRD karena mau impeachment. Lebih baik waktu itu saya dipecat," kata dia.

Dukungan tersebut, menurut Ahok adalah sebuah momentum yang menyadarkan bahwa rakyat memiliki peranan dalam mengontrol negara. Ahok juga mengatakan tak ingin ambil pusing apabila nantinya dirinya gagal di jalur independen.

"Proses verifikasi atau tidak, kita kan awalnya suudzon kalau kita tidak ajukan independen, satu bulan kemudian batal mengusung saya, kita selesai. Kalau itu terjadi saya rela tidak dipilih enggak apa-apa juga. Karena politik panjang, tahun 2019 sudah pemilu presiden. Saya kira massa 1 juta ini proses transformasi menyadarkan rakyat berkuasa atas negara ini," tutupnya diiringi riuh tepuk tangan dari Teman Ahok./detik.com

KTP Ahok-Heru Sukses Kalahkan 11 Parpol




TOP news – Relawan Teman Ahok mengukir sejarah baru dalam percaturan politik nasional, yakni mampu mengumpulkan lebih dari sejuta KTP, melebihi target sejuta. KTP tersebut untuk mendukung duet Ahok-Heru maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen.
Manuver penggalangan KTP dilakukan sejak Jumat (11/3/2016). Dan total telah diperoleh 1.024.632 KTP hingga Minggu (19/6).
Perolehan KTP tersebut merupakan bukti keseriusan teman Ahok menjawab tantangan Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Ahok pernah mengatakan tidak mau bertemu dengan Teman Ahok sebelum terkumpul sejuta KTP.
Bukan hanya mampu menjawab tantangan Ahok,jumlah KTP tersebut juga sukses mengalahkan perolehan suara 11 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di DKI. Yakni, PKPI  yang memperoleh 42.217 suara, PBB (60.759 suara), PAN (172.784 (suara), Nasdem (206.117 suara), PKB (260.159 suara), Hanura (357.006 suara), Partai Demokrat  ( 360.929 suara), Golkar (376.221 suara),  PKS (424.400 suara), PPP (452.224 suara), dan Partai Gerindra (592.568 suara). Tinggal sebuah parpol yang masih di atas perolehan KTP untuk Ahok-Heru, yakni PDI-P  yang meraih 1.231.843 suara.
Peluang untuk melibas PDI-P masih terbuka lebar. Pasalnya, Teman Ahok memberi kesempatan kepada masyarakat memberikan KTP-nya hingga 3 Juli mendatang.
Ahok, sudah bertekad bulat maju di Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen. Ahok berjanji tidak akan meninggalkan relawan Teman Ahok yang telah bersusah payah mengumpulkan KTP.
“Teman Ahok enggak mudah kumpulkan 1 juta KTP. Kalau saya disuruh pilih, pilih Teman Ahok tapi gagal jadi gubernur atau jadi gubernur tapi tinggalkan Teman Ahok? Saya pilih gagal jadi gubernur saja,” kata Ahok di hadapan seluruh pendiri Teman Ahok dan warga Jakarta yang hadir dalam perayaan pengumpulan 1 juta KTP di markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (19/6) sore.
Ahok menceritakan, sebelumnya dia tidak mau bertemu dengan Teman Ahok sebelum terkumpul sejuta KTP. Hal ini untuk membuktikan keseriusan Teman Ahok mampu mengumpulkan sejuta KTP.
“Saya sampaikan saya enggak mau ketemu kalian sampai dapat 1 juta KTP,” ujar Ahok.
Ahok tidak menjadi kader partai apapun setelah angkat kaki dari Partai Gerindra pada tahun 2014. Ia memutuskan maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen, dan menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono, sebagai wakilnya dalam Pilkada mendatang. Duet Ahok-Heru yang diusung relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu.
Selain didukung Teman Ahok, Ahok juga didukung Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Ketiga partai ini memiliki total 24 kursi di DPRD DKI dengan rincian Nasdem 5 kursi, Hanura (10), dan Golkar (9). Kursi yang dimiliki ketiga partai itu cukup mengusung calon gubernur dari jalur partai, karena persyaratan calon gubernur di DKI minimal didukung 22 kursi.
Kendati demikian Ahok tetap pada keputusannya, yakni maju melalui jalur independen. (arh,@arif_rhakim)

Minggu, 19 Juni 2016

''Isu Aliran Rp 30 Miliar Serangan ke 'Teman Ahok' Karena KTP Nyaris Mencapai 1 Juta''



TOP news - Pendiri lembaga survei Cyrus Network Hasan Nasbi menilai tudingan soal aliran dana Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi kepada ''Teman Ahok" merupakan  bentuk serangan partai.

Menurut Hasan, partai sedang panik dengan keberhasilan ''Teman Ahok" mengumpulkan 1 juta KTP.

"Saya menilai ada partai yang panik dengan pencapaian teman ahok. Kalau sampai 1 juta kan mungkin Pak Ahok sulit mengelak untuk tidak maju lewat independen. Ini ada yang kalap saja dengan pencapaian teman ahok dan akhirnya lempar isu'' ujar Hasan ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (16/6/2016).

Anggota Komisi III DPR dari fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menyebutkan, ada aliran dana sebesar Rp 30 miliar yang mengalir ke teman ahok dari perusahaan pengembang reklamasi di Pantai Utara, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Junimart dalam rapat kerja Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16//6/2016).

Hasan mengatakan, serangan kepada teman ahok sudah begitu banyak. Dia masih ingat dengan isu kantor teman ahok yang disebut menggunakan aset Pemprov DKI. Saat itu, Hasan juga terlibat karena kantor yang ditempati oleh teman ahok disewakan olehnya.

"Ini serangan yang kesekian kalinya karena KTP sudah mau 1 juta. Kalau teman ahok enggak ngumpulin KTP juga enggak bakal diserang," ujar Hasan.

Hasan pun menantang Junimart untuk membuktikan tuduhan tersebut. "Buktikan saja kalau memang ada aliran dana,'' ujar Hasan.

Junimart sebelumnya mengatakan aliran dana tersebut disampaikan kepada Teman Ahok melalui Cyrus Network.

"Kami dapat info ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp 30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyrus." kata Junimart di ruang rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan. Jakarta, Rabu siang.

"Salah satu orangnya Cyrus. Kan dipecat. Kami bilang ke KPK biar ini berkembang," lanjut dia.

Junimart mengaku memiliki dokumen terkait informasi tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan dari mana informasi tersebut didapatkannya.

majalahQQ.com

Sabtu, 18 Juni 2016

Ahok Siap Ambil Resiko, Kalah atau Menang Tetap Maju Pilkada dengan "Teman Ahok"



TOP news - Tiket masuk Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budihartono untuk maju Pilkada DKI 2017 lewat jalur perseorangan masih sedang diperjuangkan oleh "Teman Ahok".

Jika "Teman Ahok" tidak mendapatkan selembar kertas berisi pernyataan lolos verifikasi, Ahok dan Heru tidak bisa maju melalui jalur independen.

Risiko ini sudah dipahami Ahok. Dia siap menanggung konsekuensinya jika anak-anak muda yang dia percaya, gagal. Dengan tegas, Ahok tidak akan mencoba maju lewat jalur partai politik jika "Teman Ahok" gagal.

"Kalau gagal, sudah enggak boleh ikut lagi," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/6/2016).

Sementara itu, dukungan dari partai politik untuk Ahok semakin bertambah. Setelah Partai Hanura dan Partai Nasdem, Partai Golkar disebut-sebut akan merapat kepada Ahok. Jika tiga partai itu bersatu, mereka bisa mengusung Ahok maju Pilkada DKI 2017 lewat jalur parpol.

Terkait hal tersebut, Ahok belum menentukan sikap. Dia harus mendiskusikan untung dan ruginya terlebih dahulu dengan Teman Ahok.

"Makanya kita harus ngomong sama Teman Ahok. Teman Ahok maunya gimana, lalu yang rasional gimana," ujar Ahok.

Hanya saja, peluang itu ada sebelum Teman Ahok memasukan formulir data KTP ke KPU DKI Jakarta. Ketika nanti Teman Ahok sudah memasukan formulir data KTP ke KPU DKI Jakarta, maka ditutup sudahlah peluang Ahok maju lewat jalur partai politik
.

Mengejutkan!! Akun @Kurawa Bongkar Konspirasi Tempo Pakai Narsum abal-abal


Beritateratas.com - 

Kultwit Mematikan Akun @Kurawa!! Sebut Teman Ahok Terima 30 M, Narsum Tempo Ternyata Narsum Abal - Abal yang menyampaikan info kepada Junimart.



Selamat pagi... Ada yg tidurnya bablas dan ga sahur? Hehehehe

Saya mau cerita pagi ini. Tentang seorang pathological liar. Bohong itu sudah jadi bagian 
hidupnya. Keren banget kalau merangkai cerita

Ada banyak org terpandang dan kredibel yang bisa menjadi saksi bahwa org ini adalah seorang pathological liar. Tukang kibul ulung
  

Saya gatel cerita ini karena tempe ngotot banget ngulik2 CN dan Teman Ahok berbekal cerita karangan orang ini. Ya perang ajalah sekalian

Sekitar okt 2014 org ini datang nangis2 ke saya. Ngaku lagi terkena tumor atau kanker di punggungnya. Dia liatin, memang ada benjolan
  

Karena kanker ini dia harus menjalani terapi yg berat.Sehingga ga akan bisa optimal bekerja di kantornya, FH.  Jadi mungkin dia harus resign


Saya sih polos2 aja. Ekspresi dan ceritanya cukup meyakinkan. Lagian saya juga dah kenal dari tahun 2009. Meski ga dekat2 amat

Sebenarnya ga lama abis itu, ada org kantornya, mantan sespri wapres yg ngasih tau saya soal org ini. Tp ceritanya ga detil. Kode2 halus aja

Jadi saya anggap itu sebagai info aja. Ga terlalu sy tanggapi. Sempat buruk sangka, jangan2 saingan di tempat kerja. Sy percaya AB kanker

Apalagi si AB datang ke saya dlm keadaan lbh kurus dari biasanya. Dan ada benjolan di punuknya. Brenti ngerokok, dan makan vegetarian

Saya terima kerja di kantor. Sy buatkan divisi baru. Dia yg pimpin. Saya modalin. Di kantor waktu lbh fleksibel. Dia jg bisa sambil terapi

Jadi november itu, sebelum resmi jadi salah satu direktur. Sebelum timnya terbentuk, sy minta dia nyiapin sebuah proposal. Nov 2014

Itung2 sekalian ngetes. Bisa ga ini orang diandalkan. Bisa ga menuangkan ide2 yang berasal dari diskusi kita. Menurut sy hasilnya bagus

Si AB ini memang produktif sekali kemudian menghasilkan proposal. Sy juga salut. Tapi ya sebagian besar ga gol. Biasalah. Namanya jg usaha

Nanti tempe bakal ngotot bikin cerita dari proposal dia tahun 2014 ini. Ya nanti kita cerita hal lain soal duduk perkara yang ini

Selang berapa bulan ini anak udah makan daging lagi. Udah ngerokok lagi. Pas ditanya.. Katanya stress, katanya ga bisa mikir klo ga ngerokok

Waktu itu sih udah mulai curiga juga. Apalagi ga ada lagi cerita soal terapi2an. Mungkin udah cape ngarang cerita

Sekitar september-oktober 2015 saya iseng ngeliat pembukuan keuangan divisi dia. Agak kaget dan kaya disambar petir. Sy jarang sih periksa2

Ada puluhan kali penarikan uang yg janggal. Approval dari dia, yang terima juga dia. Dan cash. Walah.. Mulai curiga

Dia saya panggil. Saya menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pengeluaran2 itu. Dia ngarang begini dan begitu. Ga bisa pertanggungjawabkan


Saya kecewa sekali. Karena dia sudah saya anggap teman. Sebelum memecat sy datangi bosnya sebelumnya di FH. Biar dapat cerita soal org ini

Barulah di situ terkuak semua sepak terjangnya sebagai pathological liar. Jadi kecurigaan ini memang terjawab sudah.Memang tukang tepu ulung

Ternyata di Edelman statusnya dipecat. Karena double job dan ketahuan. Ada balasan invoice masuk ke email kantor edelman dari pekerjaan lain
  

Sementara ngaku ke sy keluar karena diperlakukan ga adil di edelman. Paling banyak pegang klien tapi dengan gaji paling kecil

Dia kemudian kerja di RGE. Hanya selama masa probation. Begitu mau diangkat, RGE back check ke kantor lama soal resignya si AB ini dulu

Setelah back check, dan tau cerita yang sebenarnya, RGE putuskan dia ga lanjut. Berisiko buat perusahaan.

Sementara ngakunya sama saya keluar karena ga nyaman kerja selalu dipelototin bos yang amat perfectionist.

Dan di perusahan terakhir dia bukan mau keluar. Tapi memang disuruh mundur. Karena tipu2 terus. Sering ga masuk kantor dengan alasan berobat

Di kantor terakhir inilah penyelidikannya luar biasa dalam dan menyeluruh. Sampai ngecek ke rumah sakit segala tempat dia ngaku dirawat

Sampai konfirmasi segala ke keluarganya soal sakit kankernya. Dan ternyata itu semua tipu2. Curiganya nyari sampingan di luar

Bahkan sampai bisa mengkonfirmasi kebohongan dia soal ngaku2 bapaknya yang mantan kapolda lampung, dan ibunya mantan ka.dinas kesehatan

Hebat juga dia nipu2 punya banyak rumah dan apartmen. Punya banyak mobil tapi pengen low profile. Makanya kemana2 naik avanza aja

Dulu di FH dia bilang naik avanza karena ga enak bosnya juga cuma naik Grand livina. Di rumah ngakunya ada pajero sport. Padahal ngarang

Anak kantor yg dekat sama dia sempat percaya rumah besar di komplek itu rumah dia.Rmh kecil sengaja dibeli buat parkirin mobil avanzanya aja


Gila emang keren manipulasi orang ini. Bahkan sempat beberapa kali bawa temannya ke kantor. Ngaku paranormal dan spritualis hebat

Para normal ini ngoceh2 soal kecocokan si AB ini dengan saya sehingga bisa bawa kejayaan CN. Pake pamer batu2 yang bisa dia tarik dari mana2

Belakangan ternyata para normal ini adalah tukang jual mie ayam. Ampun deh.. Mampus kita dikerjain

AB ini juga pernah bawa kabur fee koleganya, PR salah satu calon ketua kadin tahun 2010. Teman ini mantan wartawan tempe
  
Jadi track recordnya sebagai tukang tepu sudah mendunia sebenarnya. Sebagian org tempe juga ada yg tau. Mantan2 tempe juga banyak yg tau

Ada banyak orang yg bersedia bersaksi soal kredibilitas tukang tepu ini. Tapi tempe ngotot menjadikan dia sebagai "sumber"

Tapi mungkin emang klop ketemu tempe yang sekarang. Keahlian dan hobinya sama. Mungkin karena itu mereka ikrib


Sekarang mereka kolaborasi mesra buat ngancurin CN dan teman ahok. Ya kita lihatlah abis ini siapa yg hancur.Saya siap lahir batin untuk ini

Nanti setelah tempe terbit akan saya posting aja bukti2 tempe ngancem2 saya sebulan lalu.

Saya juga mau posting cara tempe meneror narsum dengan mencatut PPATK dan KPK. Dipikirnya kita bego bisa diancem2 begitu.

Wartawan tempo awalnya membantah bahwa sumbernya adalah si AB. Si AB sendiri kirim2 wa sandiwara ke kita seolah2 dia dikejar2 KPK

Tapi akhirnya wartawan tempe keceplosan sendiri kok klo sumbernya memang si AB. Hehe saya dulu wartawan kompas bro. Dididik dgn telaten

Soal hukum pasti saya tempuh. Ke dewan pers itu selingan ajalah nanti.

Target utamanya sih memang bukan CN. Kecillah CN buat dihabisi. Target utamanya ya ahok dan teman ahok. Ini sudah gerpol. Bukan cuma media

Oh ya. Terakhir si AB ngaku sekarang lg kerja untuk sandi uno dan buat bupati batang.

Silahkan publik menilai nanti. Layak ga itu orang jadi narsum. Apa motivasi tempe. Dan ngapain kaya org kalap ngancem2 dari sebulan lalu

ini juga momentum untuk semua org yg pernah dikerjain dan diancem tempe untuk bersuara. Mau dibiarkan sampe kapan? Sy sih nothing to lose
  

Udah dulu buat hari ini yah. Saya mau ajak anak jalan2 dulu.


Read more: http://www.beritateratas.com/2016/06/mengejutkan-akun-kurawa-bongkar.html#ixzz4BwZStdDr