Sponsor

Thursday, March 31, 2016

Terjawab, Keheranan Ahok Kenapa Ayah Marshanda Sampai Ngemis

HEBOH kasus ayah kandung artis Marshanda yang digaruk ketika sedang mengemis di Jl. Bangka, Jakarta Selatan, Jumat (24/3), tak hanya menyedot perhatian masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bahkan sempat tergelitik. Ia mempertanyakan, kenapa Irwan Yusuf, sampai menjadi seorang pengemis. Keheranan Ahok pun langsung terjawab.
Ahok membandingkan kondisi sang anak yang menjadi pemain sinetron dengan sang ayah yang berbeda 180 derajat. “Anaknya cantik, artis, tapi kenapa bapaknya bisa kayak begitu?” kata Ahok di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/3), saat dikerubungi awak media. “Saya tidak tahu dan tidak mengikuti kenapa bisa kejadian seperti itu, saya belum baca.”
Ayah Marshanda terjaring razia petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan saat razia di kawasan Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Ketika ditangkap petugas razia, Irwan Yusuf terlihat berpakaian lusuh, ditemukan di keramaian, dan diakui meminta belas kasihan orang lain untuk memberikan uang. 
Irwan Yusuf (kaos hijau), dirazia Suku Dinas Sosial Jaksel saat sedang mengemis. (Foto: Dinsos)
Irwan Yusuf (kaos hijau), dirazia Suku Dinas Sosial Jaksel saat sedang mengemis. (Foto: Dinsos)
“Ketika kami tanya, Irwan mengaku mengemis lantaran mencari uang untuk berkunjung ke rumah kawannya,” komentar Daniel, Kepala Satuan Pelaksana Pembinaan Panti Sosial Bina Insan (PSBI) 2 Cipayung, Jakarta Timur.
Setelah ditangkap, Irwan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan 2 Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (28/3) untuk dibina. Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1980 tentang pembinaan pengemis, Dinas Sosial wajib merehabilitasi pengemis dengan cara menyantuni, memberikan latihan dan pendidikan, memulihkan kemampuan dan menyalurkan kembali baik ke daerah-daerah pemukiman baru melalui transmigrasi maupun ke tengah masyarakat.
Tapi, kemarin ternyata Selasa kemarin dua  Marshanda telah mengambil Irwan secara diam-diam, membawa ke rumah sakit untuk merawat. Soalnya, selain untuk membersihkan luka akibat penyakit gula atau diabetes, Irwan juga menderita katarak.
Marshanda sendiri kepada media membantah telah menerlantarkan ayahnya. “Aku sayang orangtua aku. Tapi waktu papa dan mama berpisah 15 tahun yang lalu, aku kan masih anak-anak, masih sekolah,” aku wanita yang akrab disapa Caca ini

Tuesday, March 29, 2016

Warga Jakarta Butuh Pemimpin yang bisa Kerja, Bukan Banyak Bicara

 Warga Jakarta tak butuh sosok seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena cuma banyak bacot alias banyak bicara. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3).
 
"Saya kira enggak (butuh Ahok). Kita butuh orang yang bisa kerja, yang mau membawa Jakarta kepada kebaikan," katanya. 
 
Fadli mencontohkan kasus pembelian lahan milik RS Sumber Waras di Jakarta Barat. Ahok kerap mengatakan tak ada kerugian negara, padahal menurut Fadli indikasi korupsi besar dan kerugian negara dalam kasus RSSW sangat jelas. Indikasi-indikasi korupsi tersebut sudah disebutkan gamblang dalam hasil audit BPK. 
 
Untuk itulah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta masyarakat jeli dalam memilih pemimpinnya, terutama yang bisa mengayomi semua lapisan masyarakat.
 
"Iya dong. Jangan ada orang yang berlindung dari itu. (Pemimpin) Jakarta harus ramah kepada semua warga, bukan hanya ramah dengan orang kaya," tukasnya.
 
red: adhila
sumber: rmol

Enam Partai Gelar Pertemuan Intensif Buat Lawan Ahoku

 Enam partai politik selaina NasDem dan Gerindra dikabarkan bergerilya untuk melawan Gubernur petahana Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama di Pilkada DKI 2017. Mereka kerap melakukan pertemuan secara intensif.



"Kami berkumpul dengan PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Demokrat dan PPP. Itu yang intensif," kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo kepada Metrotvnews.com, Minggu (27/3/2016).

Syakir menuturkan, pertemuan itu berlangsung setiap Jumat di berbagai tempat. Pertemuan ini telah digelar sebanyak tiga kali.

"Biasanya hari Jumat. Jumat yang kemarin karena libur, ditunda. Pertemuan pekan ini, kita komunikasikan lagi," katanya.

Syakir mengatakan, pertemuan itu untuk membahas kemungkinan berkoalisi dan menentukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung. Namun, hingga saat ini belum pada tahap mencapai kesepakatan apa pun.

Syakir menyadari pertemuan pengurus tingkat wilayah enam partai itu, pada ujungnya keputusan ditentukan masing-masing pengurus partai tingkat pusat. Akan tetapi, pertemuan wilayah tetap harus dilakukan.

Proses komunikasi dan dialog dalam pertemuan itu akan dijadikan bahan masukan ke pengurus partai tingkat pusat. Di samping itu, lembaga survei independen ikut disertakan untuk melihat sosok terbaik yang unggul secara popularitas dan elektabilitas.

"Kami maunya silaturahmi yang terbangun. Semakin tajam pembahasannya dan bisa mengerucut sampai berkompetisi di Pilgub. Pengennya kami bisa kolaborasi. PKS, Gerindra, PPP, Golkar, PDI Perjuangan dan Demokrat. Maunya begitu," kata dia.

Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai partai tersisa di luar pendukung Ahok tidak akan buru-buru menyatakan dukungan untuk Ahok. Partai politik itu diyakini Ray sedang menghitung peluang politik lainnya.


(FZN/metrotvnews.com)

Ahok Sebut Yusril Bodoh Berani Fitnah Dirinya

 – Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) mendengar kabar pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra mengadvokasi warga sekitar Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Ada isu berembus, Ahok bakal menggusur masjid di Penjaringan, Jakarta Utara itu, padahal ada makam keramat Habib Husein bin Abubakar Alaydrus di kawasan itu.

Namun Ahok membantah dirinya punya rencana menggusur Masjid Luar Batang dan makam keramat itu. Dia mengimbau Yusril agar tak menebar fitnah.
“Jadi tolong jangan pakai fitnah (dengan cara) bilang mau gusur makam. Itu bahaya. Jadi Pak Yusril tuh sayang, profesor seperti begitu itu sayang,” kataAhok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/3/2016).
Ahok mengimbau agar Yusril berhati-hati, karena isu seperti ini bisa merembet dan jadi fitnah di masyarakat awam. “Makanya nanti orang lama-lama bisa ribut gara-gara ada bekas pejabat, Ketua Umum Partai Bulang Bintang lagi,” kata Ahok.
Isu penggusuran Masjid Luar Batang dan makam keramat itu tidaklah benar. Justru Ahok berujar, dialah yang telah membuat kondisi Masjid itu lebih baik dibanding sebelumnya. Ahok mempersilakan publik untuk mengeceknya langsung bila kurang percaya ujarannya.
“Makanya itu saya bilang, itu pintarnya Pak Yusril (isu penggusuran yang disebut Ahok). Sekarang dia tahu enggak tuh, Masjid Luar Batang yang bikin bagus siapa? Nih (saya sendiri). Lu (Anda) tanya sama muazinnya semua,” kata.
Namun Ahok agak memaklumi sikap bakal calon wakil gubernur DKI 2017 itu. Soalnya, sepenilaian Ahok, Yusril kerap ‘pasang badan’ di banyak kasus. Kebanyakan kasus yang dibela Yusril adalah kasus yang berbau perlawanan terhadap pemerintah.
“Enggak apa-apa. Pak Yusril sudah pasang badan kok. Kasus sampah di Bantargebang juga dia. Yusril kan memang suka pasang badan bela-bela yang lawan Pemerintah kayaknya,” kata Ahok.
Ahok menjelaskan soal rencana sebenarnya terkait penataan kawasan seputar Masjid Luar Batang. Nantinya kawasan itu akan dibikin sedemikian rupa sehingga masyarakat bisa langsung melihat Masjid itu dari luar. Malahan, makam di dalam masjid juga akan dibikin lebih nyaman bagi peziarah.
“Orang masuk ke Sunda Kelapa (kawasan di dekat Masjid) itu biar langsung lihat plaza yang besar supaya langsung (terbuka) Masjid Luar Batang menonjol. Ada makam di dalam segala macam, bisa menjadi tempat wisata yang enak. Jadi yang Ahok mau gusur bukan itu (Masjid-nya). Jadi Yusril enggak usah fitnah,” tutur Ahok. (DOA)

Gambar-gambar Ini Telah Berhasil Mengubah Hidup Banyak Orang

Gambar-gambar Ini Telah Berhasil Mengubah Hidup Banyak Orang....