c

Kamis, 17 November 2016

BREAKING NEWS...!!! Hari ini Ahok di tahan...



Hari ini Ahok blusukan ke beberapa wilayah di DKI dan di tahan oleh beberapa warga untuk berfoto dan bersalaman, karena mereka sudah lama menantikan kedatangan Ahok ke wilayahnya,
Hampir setengah jam warga menahan Ahok hanya untuk sekedar salaman dan berfoto.


Selasa, 15 November 2016

PROPAGANDA KHILAFAH...

sumber Foto : facebook.com


TOP News - Ketika akhirnya adek Intan Olivia korban bom Samarinda wafat karena luka bakar yang serius, saya tertarik untuk melihat pandangan kaum sebelah..

Dan benar sesuai dugaan saya, jangankan bersedih atau mengutuk aksi itu, mereka sibuk berbicara bahwa bom Samarinda adalah pengalihan isu dari kasus Ahok...

"Kenapa begitu ? Apakah mereka sudah tidak punya hati ?" Kalau masalah hati, sudah tidak usah ditanyakan lagi. Jika punya, sejak lama mereka sudah waras dalam berkomentar..

Tapi selain masalah hati, hal yang perlu diwaspadai adalah propaganda mereka..

Perhatikan saja, mereka tidak menemukan celah bahwa yang melakukan pemboman ini adalah non muslim. Jika ada - entah itu dalam bentuk KTP atau identitas apapun - maka mereka menggonggong sahut menyahut bahwa "Ini perbuatan kafir, ini fitnah terhadap Islam..".

Tetapi ketika teridentifikasi bahwa memang teroris itu beragama Islam, maka teriakan mereka berbeda, "Itu pengalihan isu !".

Jadi, kalah menang, mereka tetap selalu pengen menang sendiri. Itu sifat yang dibangun dengan sistematis, kebanggaan diri akan golongannya..

Siapa yang mengabarkan bahwa bom Samarinda adalah "pengalihan isu pemerintah atas kasus Ahok" ?

Sesudah saya telusuri, yang pertama adalah Desmond J Mahesa, Wakil Ketua Komisi III dari Gerindra. Ooww..

Perhatikan perkataannya, "Di tengah kondisi hari ini yang suasana politik agak panas, akibat demo tanggal 4 dan sampai sekarang masih terasa, apakah ini bukan daripada mainan ?"

Luar biasa, sebuah apresiasi penuh cinta dari seorang wakil rakyat terhadap mereka yang "diwakilinya".

Kedua, yang sering dikutip adalah pernyataan pengamat terorisme yang juga Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya.

Eh, siapa Harits abu Ulya ?

Menurut penelusuran, dia adalah mantan (?) Ketua Lajnah Tsaqafiyyah HTI. Oow.. ada HTI-nyah ternyata..

Coba perhatikan perkataannya yang saya ambil dari hasil wawancaranya dengan media online tidak terkenal drise-online tentang  lembaganya.

"CIIA adalah komunitas yang di dalamnya berkumpul beberapa person generasi Muslim yang punya kesadaran ideologis untuk ikut mengawal pertarungan pemikiran, opini dan propaganda demi sang “fajar “ (Khilafah) kembali terbit.."

Aha, propaganda untuk mengawal khilafah.... Sudah mulai kelihatan bentuknya.

Dan ada juga Tengku Zulkarnain, dari MUI yang di ILC pernah bicara untuk memotong kaki dan tangan "penista agama". Bahasa mereka semua sama, bahwa ini pengalihan isu dan dikutip oleh banyak media online spt portalpiyungan, eramuslim dan sejenisnya.

Lalu di share secepat "Lucky Luke yang menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri" oleh kaum hore-hore yang hidup dengan mengandalkan otot daripada akal.

Konsep "pengalihan isu" ini adalah bagian dari propaganda untuk melemahkan kredibilitas pemerintah. Buat mereka, korban hanyalah "bagian dari permainan perang" saja.

Jadi jangan berharap mereka bersedih, mengutuk apalagi berdemo terhadap tragedi itu. Mereka malah memanfaatkannya sebagai senjata untuk menyerang aparat dan pemerintah.

Nah, kenali dulu pola permainan mereka supaya kita sadar bahwa mereka sebenarnya memainkan "agenda-agenda" dengan menunggangi agama melalui politik. Tak kenal maka tak sayang....

Masak mau selamanya menjadi "umat buih lautan" yang diombang-ambing tanpa sedikitpun pengetahuan ?

www.dennysiregar.com

Jumat, 04 November 2016

BREAKING NEWS " AHOK MUNDUR"


Jakarta(04/11/2016). Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok akhirnya mundur, beliau baru saja bertemu dengan para tokoh masyarakat di istana Negara malam ini bersama Presiden Jokowi. Setelah belakangan ini kondisi semakin memanas akibat diserang kanan kiri dengan berbagai demonstrasi dari kalangan, Ahok pada malam hari ini, akhirnya menyatakan mundur.

Keputusan itu diambil setelah Ahok mengikuti saran seseorang bawahannya. Keputusan itu dilakukan Ahok, Ketika Ahok setibanya di Istana Negara malam ini, setelah beliau pulang dari kampanye  di daerah Jakarta selatan.

Keputusan Ahok ini dianggap terlalu tergesa-gesa, dengan kenyataan bahwa waktu dan ruang masih tersedia cukup lebar untuk Calon Gubernur nomor urut 2 ini.
Lantas siapakah orang yang menyuruh ahok mundur? . . . . . . . . .

Ternyata orang tersebut adalah juru parkir Balai Kota. Ketika mobil Ahok mau parkir, juru parkir berkata, "Mundur.. Mundur.. Mundur terus pak..". Ahok pun mengalah dan akhirnya memundurkan mobilnya.

___________________________________________________________________

Please jangan tegang, santai ajah okeh ? kepala dingin bisa kan ?

Semua bentuk dari demokrasi pasti dapat diselesaikan dengan damai kok :) . Bahkan untuk orang-orang yang menyatakan tidak mengakui Demokrasi dan Pancasila-pun. Toh mereka akhirnya mengambil jalan yang demikian :) Junjung Demokrasimu dengan santun dan baik ! Keluarkan bebas suara dan pendapatmu! tapi ingat ?

NKRI Harga MATI!