c

Sabtu, 15 Oktober 2016

BREAKING NEWS : Akhirnya Ahok mundur



Jakarta(04/11/2016). Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok akhirnya mundur, beliau baru saja bertemu dengan  para tokoh masyarakat di istana Negara malam ini bersama Presiden Jokowi. Setelah belakangan ini kondisi semakin memanas akibat diserang kanan kiri dengan berbagai demonstrasi dari kalangan setempat. Ahok pada malamhari ini, akhirnya menyatakan mundur.

Keputusan itu diambil setelah Ahok mengikuti saran seseorang bawahannya. Keputusan itu dilakukan Ahok, Ketika Ahok setibanya di Istana Negara malam ini, setelah beliau pulang dari kampanye  di daerah Jakarta selatan.

Keputusan Ahok ini dianggap terlalu tergesa-gesa, dengan kenyataan bahwa waktu dan ruang masih tersedia cukup lebar untuk Calon Gubernur nomor urut 2 ini.
Lantas siapakah orang yang menyuruh ahok mundur? . . . . . . . . .

Ternyata orang tersebut adalah juru parkir Balai Kota. Ketika mobil Ahok mau parkir, juru parkir berkata, "Mundur.. Mundur.. Mundur terus pak..". Ahok pun mengalah dan akhirnya memundurkan mobilnya.

___________________________________________________________________

Please jangan tegang, santai ajah okeh ? kepala dingin bisa kan ?

Semua bentuk dari demokrasi pasti dapat diselesaikan dengan damai kok :) . Bahkan untuk orang-orang yang menyatakan tidak mengakui Demokrasi dan Pancasila-pun. Toh mereka akhirnya mengambil jalan yang demikian :) Junjung Demokrasimu dengan santun dan baik ! Keluarkan bebas suara dan pendapatmu! tapi ingat ?
PERHATIAN...!!! Kami mengajak partisipasi anda untuk tanda tangan petisi TANGKAP PROVOKATOR  semua kericuhan ini, akibat beliau mengedit dan menghilangkan 1 kata negara ini jadi ribut, MARI TANDA TANGAN PETISI DISINI(klik untuk masuk ke petisi)
67 ribu lebih sudah tanda tangani petisi ini.
NKRI Harga MATI!



SHARE UNTUK MEMBERIKAN RASA BAHAGIA SEMENTARA KEPADA MEREKA YANG INGIN AHOK MUNDUR.

Selasa, 11 Oktober 2016

Ahok Keluarkan Surat Penutupan Diskotek Mille's Hari Ini


Basuki T Purnama (Ahok) (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Diskotek Mille's di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, akan ditutup, menyusul ditangkapnya perwira polisi AKP Sunarto yang membawa sabu dan ekstasi. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, penutupan tersebut sudah sesuai prosedur.

"Diskotek kan kita sudah buat peraturan, kalau kamu ketemu ada yang memakai, bukan jual ya. Pokoknya kalau di dalam diskotek ada yang pakai narkoba, ketemu dua kali, pasti kami tutup. Dan enggak boleh buka usaha yang sejenis lagi. Sama kasusnya seperti Stadium," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2016).

Dikatakan Ahok, surat perintah penutupan diskotek itu akan dikeluarkan hari ini. "Sudah diperintahkan kemarin. Dari Jumat lalu, supaya hari ini dikeluarkan surat ditutup," katanya.

Lalu, selain Mille's, apa ada diskotek lain lagi yang akan ditutup?

"Saya belum dapat laporan. Pokoknya kita akan minta BNN Provinsi, siapapun ketemu ada narkoba, malahan sekarang kita lagi mau dorong PNS semua ditest rambut. Test urin katanya seminggu bisa lewat. Kalau rambut enggak bisa. Jadi kalau ketemu pun kita berhentikan," jelas Ahok.

(Ray Jordan - detikNews.com)

Senin, 10 Oktober 2016

PPP Kubu Djan Faridz Dukung Ahok-Djarot untuk Pilgub DKI Jakarta 2017

TOP News - Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz men menyatakan dukunganya kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017 mendatang. 

Keputusan PPP kubu Djan Faridz ini disampaikan di Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro Jakarta pusat, jum'at (07/10/2016).

Keputusan PPP mendukung Ahok-Djarot diambil berdasarkan rapat pleno DPP PPP yang dilaksanakan pada 4 Oktober 2016 yang lalu. Djan mengatakan pertimbangan ini untuk dukung Ahok dan Djarot sesuai hasil silaturahmi nasional yang dihadiri seluruh pengurus wilayah PPP se-Indonesia termasuk Ketua DPW DKI Jakarta.

"Sikap DPW PPP untuk mempertimbangkan dan mendukung pasangan Ahok-Djarot dilandasi semata-mata untuk kemaslahatan umat dan toleransi umat beragama. PPP sebagai partai besar ingin menjadi jembatan antar umat, saya lihat pasangan Ahok-Djarot ketika mereka memimpin Jakarta kepentingan-kepentingan umat Islam terpenuhi," ujar Djan Faridz seperti dilansir detik.com.

Djan Faridz yang mengklaim PPP sebagai partai dakwah beralasan bahwa ketika memutuskan mendukung Pak Ahok apalagi Ahok didampingi seoarang muslim, didampingi oleh Haji Djarot Saiful Hidayat artinya Ahok ini akan didampingi seorang wakil yang mewakili masyarakat dan diawasi dituntun dan dijembatani PPP supaya beliau didukung masyarakat Islam yang ada di Jakarta.

Lebih lanjut Djan Faridz mengungkapkan bahwa DPP PPP melihat kerja nyata Ahok-Djarot selana memimpin Jakarta sedikit banyak sudah mengakomodasi perlindungan umat Islam.

Keputusan PPP kubu Djan Faridz ini berbeda dengan keputusan PPP kubu Romahurmuziy yang sudah disahkan oleh Kemenkum HAM mendukung pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni pada Pilgub DKI 2017 mendatang. [islamedia.id]

Usai Minta Maaf, Ahok Ajukan Pertanyaan Seperti Ini Kepada Mereka Yang Tersinggung



TOP News - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkannya melalui sambutan di Kepulauan Seribu dengan menyinggung Surat Al Maidah.

"Saya sampaikan kepada ‎semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Senin (10/10/16).

Adapun kata Ahok, pernyataan yang ia keluarkan sebelumnya bukan berarti dirinya anti Islam atau ingin memusuhi umat muslim.

Pasalnya dari semula, lanjut dia, banyak program Pemerintah Provinsi DKI yang pro umat. Misalnya membangun masjid, Kartu Jakarta Pintar untuk madrasah serta bantuan kepada sekolah Islam lainnya.

"Kamu lihat tindak-tanduk saya ada enggak ingin musuhin Islam? Ada enggak melecehkan Al-Quran?," tegasnya.

Karenanya ke depan, Eks Bupati Belitung Timur itu berharap agar permasalahan ini tidak dilanjutkan lagi. 

Sebab menurutnya, perkara ini dapat mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kendati sebelumnya Ahok berkeras bahwa ia tidak bermaksud menghina Alquran, namun ia sadar setiap orang memiliki tafsiran berbeda-beda.

Tak hanya itu, Mantan Anggota Komisi II DPR itu juga mengaku telah mendapat surat teguran dari MUI DKI Jakarta.

Sebab dikatakannya melalui teguran itu, sesama agama pun dapat menafsirkan kitab sucinya secara berbeda. Apalagi berbeda kepercayaan.

"Untuk itu saya mohon maaf," tandas dia.

Sebelumnya, dalam kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan politisasi ayat suci Alquran dengan menggunakan Surat Al Maidah 51 yang mengharuskan umat Islam tidak memilih pemimpin non muslim

sumber: jawapos.com

Jumat, 07 Oktober 2016

Isu SARA tak pengaruh, Ahok-Djarot tetap dipilih 42,5% umat Muslim


AHOK-DJAROT

Reporter : Anisyah Al Faqir
TOP News - Lembaga survei Populi Center merilis arah suara pemilih Pilgub DKI 2017 mendatang. Survei ini dilakukan pada 25 September-1 Oktober 2016 dengan metode wawancara tatap muka. Sebanyak 600 responden dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) di seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Hasil survei menunjukkan ada 15,2 persen suara yang belum menentukan akan memilih 3 pasangan bakal calon cagub dan cawagub DKI Jakarta. Hal ini tentu saja menjadi peluang untuk meraup suara bagi para pasangan balon untuk mendongkrak elektabilitas.

"Masih bisa digunakan (pemilih yang belum memutuskan) untuk mendongkrak elektabilitas," kata peneliti Populi Center Nona Evita di Kantor Populi Center (6/10).

Hasil survei mengenai 3 karakter pemimpin Gubernur DKI Jakarta nanti, warga menginginkan pemimpin yang bersih dari korupsi. Pada kategori ini sebanyak 30,2 persen. Kriteria tegas sebanyak 30, persen dan merakyat sebanyak 21,8 persen.

Sementara itu, terkait isi SARA yang kian merebak pasca pendaftaran para bakal calon. Namun, nyatanya isu SARA tersebut tak banyak memengaruhi pilihan warga DKI. Hal ini ini terbukti dari data yang menunjukkan bahwa masyarakat penganut agama Islam paling banyak memilih pasangan Ahok-Djarot yakni 42,5 persen.

"Dari persentase pemilih muslim, sebanyak 42,5 persen memilih pasangan Ahok-Djarot, 23,5 persen memilih Anies-Sandi dan 16,8 persen memilih Agus-Sylvi," ujar Nona.(MERDEKA.COM)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Jakarta Butuh Ahok yang Gendeng, Bukan Pemimpin Ganteng

Foto: Ilustrator Mindra Purnomo

TOP News- Korbid Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar, Nusron Wahid meyakini bahwa DKI Jakarta menginginkan pemimpin yang berani mengambil keputusan seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya, bukan paras ganteng yang dibutuhkan warga Jakarta dari seorang pemimpin.

"Kita memilih pemimpin yang dibutuhkan orang, Jakarta tidak perlu sosok dengan kata-kata seminaris. Jakarta yang tidak perlu sosok yang lenggak lenggok ganteng. Jakarta butuh pemimpin yang proper, proven, dan deliver seperti Ahok. Biasanya para calon saat mau kampanye suka jaim, tetapi Ahok tidak peduli jabatannya," kata Nusron saat diskusi di launching #TetapAhok di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

Nusron menuturkan bahwa langkah parpol-parpol mendukung Ahok juga tak lepas dari peran Teman Ahok. Partai politik tidak bisa menjauh dari supremasi rakyat.

"Ahok adalah cerminan dari rakyat. Jakarta butuh manusia gendeng seperti Ahok," ujarnya.

Sebelumnya, Waketum Partai Demokrat Roy Suryo menyebut kegantengan sebagai salah satu keunggulan cagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono. Selain itu, Agus juga bisa memadukan kelebihan-kelebihan Ahok dan Anies Baswedan.
"Kami menangkap kebaikan-kebaikan dari para pasangan calon, misal tegasnya Ahok bisa diambil, santunnya Anies. Bisa kita padukan ke Agus, apalagi dia ganteng," kata Roy dalam diskusi Polemik 'Adu Strategi di Tanah Betawi' di Restoran Warung Daun, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).

(imk/bal)
detik.com

Buntut Tayangan Bokep di Jaksel, Ahok: Bongkar Semua Tiang Iklan Videotron!

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Foto: Rachman Haryanto-detikcom

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan larangan penayangan iklan melalui videotron di Jakarta. Penegasan ini disampaikan Ahok setelah heboh tayangan film porno di videotron yang berada di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. 

"Kita kan sudah sepakat tidak ada iklan di billboard ataupun videotron. Kita semua mau paki LED ditempel di gedung," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Ahok memerintahkan agar iklan tak boleh lagi dipasang di videotron yang terpancang di tiang jalanan. Iklan hanya boleh ada di video yang tertempel di gedung. Maka seluruh tiang videotron di Jakarta perlu dibongkar.

"Jadi semua itu bongkar saja saya bilang!" kata Ahok.

Lagipula, perusahaan pemasang iklan di videotron yang menayangkan video porno itu sudah tak punya izin lagi sejak enam tahun lalu. LED berukuran 24 meter persegi itu dimiliki oleh PT Matapena Komunika Advertama yang mensubkontrakkan isi kontennya kepada PT Transito Adiman Jati Transito Advertising.

"Izinnya berhenti gitu kok, meski pajaknya sampai bulan depan," kata Ahok.
(dnu/fdn)

Detik.com