Sponsor

Wednesday, September 21, 2016

Megawati Sedang Mempersiapkan AHOK menjadi Calon Presiden RI masa depan

Megawati-Ahok
TOP News-Partai berlambang kepala banteng PDIP itu identik dengan Megawati Soekarno Putri. Jadi, semua kebijakan partai tergantung dari apa yang diinginkan oleh Megawati. Meski sebelumnya banyak kader PDIP yang menolak mendukung AHOK sebagai calon Gubernur DKI, namun pada akhirnya mereka semua tak ada lagi berani menyangkal. Keputusan yang diambil Megawati untuk mendukung AHOK, bukan semata-mata agar AHOK dapat kembali menjabat sebagai Gubernur DKI, namun sesungguhnya, Megawati sedang mempersiapkan AHOK sebagai Calon Presiden RI ke-8.
Setelah melalui dinamika yang panjang akhirnya PDIP mengambil keputusan soal pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. PDIP akhirnya mengusung duet Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI.

Mengapa demikian? Begini analisis saya..
AHOK adalah seorang figur pejabat yang sangat unik dan bahkan tak pernah ditemui pada pejabat-pejabat sebelumnya. AHOK adalah warga keturunan Tionghoa, non muslim, dan yang paling menonjol adalah bahwa AHOK punya karakter yang super berani melawan siapapun bila ada yang menghalangi keinginannya untuk memberantas korupsi dan memperbaiki negeri ini.
AHOK juga dikenal sebagai pejabat yang bersih dan jujur. Tak sedikit organisasi yang memberinya penghargaan dan dinobatkan sebagai pejabat anti korupsi.
Disisi lain, meski punya watak yang temperamental, namun AHOK punya niat yang tulus dan hati yang mulia yaitu suka menolong warga miskin dan ingin membantu warganya yang tidak memperoleh keadilan sebagaimana mestinya.
AHOK adalah pembela kebenaran sejati dan sangat patuh dan taat kepada konsitusi. AHOK adalah figur pejabat yang sangat disiplin dalam menjalankan aturan yang berlaku dan sama sekali tak bisa mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum.
Karakter itulah  yang membuat Megawati sangat yakin bahwa AHOK adalah calon pemimpin bangsa ini.


Sebagaimana diketahui, Megawati adalah politisi senior yang masih aktif dalam dunia politik tanah air. Peran Megawati juga sangat besar dalam mengantarkan Jokowi sebagai Presiden ke-7. Menurut saya, Megawati layak dinobatkan sebagai Arsitek Politik Indonesia, sabab dialah sebagai tokoh kunci untuk menentukan siapa saja yang akan dicetak sebagai pajabat tertinggi di negeri ini.
Megawati tidak sembarangan dalam menentukan keputusan mendukung AHOK, sebab sebagaimana yang terjadi sekarang ini, tak sedikit pihak yang menolak keberadaan AHOK sebagai pejabat, bahkan banyak yang membenci dan menghalalkan segala demi untuk menghentikan karir AHOK didunia politik dan birokrasi.
Pihak yang menolak dan membenci AHOK itu meliputi seluruh lapisan masyarakat dari pejabat tinggi, politisi, mantan pejabat tinggi. pemuka agama, profesional hingga rakyat jelata. Meskipun terdapat penolakan dari sebagian kalangan tersebut, namun Megawati sangat yakin bahwa rakyat pendukung AHOK jumlahnya lebih besar daripada yang menolak atau membencinya.
Bagi Megawati, Pilkada DKI 2017 hanyalah sekadar sebagai batu loncatan saja, sebab ada momen yang jauh lebih besar yang krusial dan perlu dipersiapkan mulai sekarang yaitu Pemilu 2019 nanti.  Megawati tentu telah meminta pertimbangan dari pihak terdekatnya, khususnya kepada Presiden Jokowi, terkait siapa yang bakal menjadi Wakil Presiden yang akan mendampinginya agar terpilih kembali menjadi Presiden untuk periode yang kedua pada Pemilu 2019.
Presiden Jokowipun sudah pasti menginginkan AHOK sebagai pasangan pendampingnya, sebab Jokowi dan AHOK layaknya dua sahabat karib yang tak akan bisa dipisahkan dengan alasan apapun juga. Jokowi sudah mengetahui karakter sejati dari AHOK sejak keduanya menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Jakarta pada tahun 2012 lalu. Jokowi dan AHOK sama-sama punya kerinduan yang mendalam untuk kembali bersama lagi menjadi pasangan pemimpin tertinggi di negeri ini.
Hal-hal diatas itulah yang membuat Megawati semakin mantap untuk memenangkan AHOK dalam Pilkada mendatang, meski cukup berat perjuangannya dalam menghadapi lawan-lawan politiknya.
Mengapa perjuangan Megawati cukup berat dalam mendukung AHOK?
Sebab sebagian besar, bahkan hampir seluruh penduduk Indonesia adalah muslim, sehingga sangat mudah digoyahkan oleh isu keagamaan. Lawan-lawan Politik Megawati sudah barang tentu akan menggunakan isu keagamaan ini sebagai strategi dengan berbagai bentuk dan cara dengan satu tujuan yaitu demi mengalahkan AHOK.
Untuk itulah, seiring dengan keputusan resmi PDIP yang mendukung AHOK dan Jarot sebagai Calon Gubernur dan WaGub DKI pada Pilkada mendatang, Megawati hanya menititipkan satu pesan saja kepada AHOK, yaitu agar AHOK mampu mengatasi isu SARA dalam melaksanakan proses demokrasi yang benar menjelang Pilkada 2017 mendatang.
Tak berhenti sampai disitu saja, Megawati bahkan mampu memprediksi apa yang akan terjadi jauh di kemudian hari, yaitu setelah Presiden Jokowi menyelesaikan periode kepemimpinannya nanti. Setelah selesai  menjabat sebagai Wakil Presiden Jokowi maka pada Pemilu tahun 2024 nanti, Megawati memprediksi bakal mengusung AHOK menjadi calon Presiden RI ke-8.
Mungkin sebagian orang menilai bahwa hal ini  terlalu jauh dan sebatas angan-angan semata, semata, sebab memang tak semua orang bisa membaca alur pemikiran Megawati dan intuisinya yang tajam dalam merancang peta politik di masa depan.
Dari apa yang telah saya paparkan diatas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa Megawati sesungguhnya sedang memperisiapkan seorang Calon Presiden RI ke-8, dengan cara mendukung AHOK sebagai calon Gubernur DKI untuk periode yang kedua.

Atau dengan kata lain, bahwa Gubernur DKI sesungguhnya adalah Jarot, sebab AHOK hanya menjabat untuk sementara waktu, yaitu hingga  tahun 2019 dimana AHOK akan ditarik sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi.
Inilah sebuah strategi besar yang sedang dirancang oleh Megawati untuk mengendalikan kondisi politik di masa depan, yang mana tak semua orang mampu membacanya.
Bila anda menganggap saya sedang membual dengan tulisan ini, terserah penilaian anda saja. Tapi kita lihat saja nanti, apa yang akan terjadi. Kita serahkan kepada waktu yang akan menjawabnya.
Penulis : Doni Bastian
“Megawati Sedang Mempersiapkan AHOK menjadi Calon Presiden RI Ke-8”

Umat Islam "Penyembah Batu"(?) Catatan "Antropologi Haji" (4)

Ilustrasi (google)

TOP News - Jika kita menanyakan kepada kaum Muslim: apakah mereka umat yang menyembah batu? Tentu saja umat Islam akan serentak menjawab "Tidak". Tetapi coba perhatikan, bagaimana perilaku jutaan umat Islam yang sedang di area Masjid Haram, Makah: mereka rela uyel-uyelan, berdesak-desakan, sikut-sikutan dan berebut mendekati batu-batu hitam, baik bernama ka'bah maupun hajar aswad, untuk memegangnya dan menciumnya.

Banyak umat Islam yang berdoa dengan khusuk dan bahkan menangis histeris di area batu-batu keramat dan sakral ini. Konon, umat Islam yang berhasil memegang dan mencium batu-batu ini dan berdoa disini akan dikabulkan oleh Tuhan semua doa-doanya. Makanya tidak heran, jika mereka rela berebut mendekat kabah dan hajar aswad.

Banyak cerita berseliweran yang sudah menjadi "rahasia umum" bahwa banyak umat Islam yang rela "menyuap" para makelar hanya untuk bisa mendekat, memegang, dan mencium batu-batu itu serta berdoa di sekitranya. Memang tidak mudah untuk mendekat tempat-tempat itu karena saking banyaknya manusia karena itu tidak heran jika sebagian dari jamaah haji / umrah rela membayar para makelar, termasuk para "bodyguard amatir" dan "pengawal pocokan", untuk mengawalnya agar bisa menembus lautan manusia mendekati kabah & hajar aswad.
 
Meskipun umat Islam tampaknya memuja-muji kabah/hajar aswad, tentu saja mereka tidak mau disebut sebagai "kaum musyrik bin kapir" penyembah batu karena bagi mereka ka'bah/hajar aswad hanyalah "simbol" belaka: simbol dari kesakralan Tuhan. Dengan kata lain, bukan batunya yang mereka puja-puji, melainkan "zat" di balik batu-batu itulah yang mereka "sembah".

Tapi uniknya, atau ironisnya, meskipun umat Islam mengangap wajar atau lumrah histeria di kabah/hajar aswad, sebagian kaum Muslim begitu getol dan heroik mengafir-sesat-musyrikkan para pengikut agama lain yang mereka anggap sebagai "penyembah batu", "penyembah patung", "penyembah gunung", dlsb.

Ingat, jika kaum Muslim menolak dianggap sebagai "penyembah batu" dan menganggapnya hanya "simbol" belaka, umat agama lain juga sama: mereka bukan penyembah patung, batu, pohon, gunung dlsb karena semua itu (bagi mereka) hanyalah simbol belaka. Sebagaimana umat Islam yang hanya menganggap sakral dan keramat batu-batu tertentu, umat agama / kepercayaan lain juga sama. Seperti kaum Muslim yang mempercayai ada "zat suci" di balik ka'bah / hajar aswad, umat agama lain juga sama: mereka menganggap ada "zat suci" di balik patung, batu, pohon, atau gunung tertentu. Buktinya tidak semua patung, batu, pohon, atau gunung mereka sembah dan puja-puji.

Karena itu sudah berapa kali saya mengingatkan: janganlah suka menuduh orang lain kafir, musyrik, atau sesat dalam beragama dan beribadah karena kita sebetulnya mempraktekkan hal serupa (bersambung).

Jabal Dhahran, Arabia
Oleh : Sumanto Al Qurtuby (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157532211875523&id=762670522)

Monday, September 19, 2016

HEBOH....!!! Oknum Polisi tertangkap kamera tawar menawar harga tilang..........

Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah vidio yang di unggah acount facebook bernama SYAFIRA AFIFAH berdurasi lebih kurang 10 menit, Sampai berita ini diturunkan 6ribuan orang sudah membagikan vidio tersebut, dimana didalam vidio tersebut terlihat seorang polisi sedang melakukan tawar menawar harga tilang dengan pengendara.
Bahkan didalam vidio terlihat si oknum polantas meraba-raba saku pengendara yang ditilang karena mengaku hanya memiliki uang 100.000.
selengkapnya lihat langsung vidionya.


Tuesday, September 6, 2016

Ahok: Saya Tantang Semua Calon Gubernur DKI Buktikan Sumber Harta Kekayaannya Dari Mana


TOP NewsGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai perlunya bakal calon gubernur yang bertanding pada pilkada diwajibkan untuk membuktikan bahwa harta mereka berasal dari sumber yang sah secara hukum.
"Gampang banget kok, semua yang jadi calon harus bisa buktikan hartanya dari mana. Pernah kerja apa dulu, hartanya dari siapa, biaya hidupmu berapa," ujar Ahok.
Jika calon tersebut memiliki banyak harta kekayaan yang tidak jelas sumbernya, kata Ahok, maka calon itu bisa langsung dilarang untuk ikut pilkada.
Sebab, menurut dia, calon yang tidak jelas asal usul hartanya tersebut rawan melakukan tindak pidana korupsi apabila terpilih sebagai kepala daerah.
Ahok pun menilai bahwa aturan mengenai kewajiban cuti kampanye bagi bakal calon gubernur petahana sedianya tidak dijadikan acuan untuk menyamakan kedudukan di lapangan pertandingan antara petahana dan penantangnya.
Kepala daerah yang korup, lanjut dia, justru akan senang jika harus cuti. Dengan demikian, kepala daerah itu bisa meninggalkan pekerjaannya, tetapi tetap menerima gaji.
"Makanya justru harusnya kalau mau bikin rata pertandingan, semua harus bisa buktikan hartanya dari mana. Itu baru rata," ujar dia.
Ahok mengatakan, substansi aturan cuti kampanye inilah yang tidak tepat. Ahok tengah mengajukan uji materi atas pasal pada UU Pilkada yang mengatur soal kewajiban cuti kampanye bagi petahana.(be/kompas)

Cerita Lucu Pendemo Anti Ahok Yang Kesal Dibayar Cuma Rp 50.000, Tak Bertemu Ahok Pula




TOP News - Para pendemo yang datang dari Masyarakat Anti Korupsi (Mars) merasa kecewa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota dulu. Sebab, mereka dan perwakilan tokoh Betawi lainnya tidak bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Kelompok ini melakukan aksi sejak pukul 11.00 hingga 13.30. Mereka meminta klarifikasi terkait pernyataan Basuki perihal pemberian nama sapi “USB” (untuk sapi Betawi) saat di Rumpin, Kabupaten Bogor.
“Kita sudah (dibayar) gocap (Rp 50.000) ginidoang. Sudah enggak bertemu Ahok (Basuki), shalat dzuhur juga kagak. Rugi dua kali lipat nih gue,” kata pria yang sedang memegang mikrofon untuk menyampaikan aspirasi di depan Balai Kota DKI Jakarta itu.

Dia juga mengaku kecewa dengan sedikitnya jumlah orang yang hadir untuk melakukan aksi unjuk rasa. Padahal, awalnya sudah ada niat untuk menggandeng Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi lain agar aksi lebih besar.
Dia juga mengaku sempat dibisiki beberapa oknum agar membuat aksi unjuk rasa berujung ricuh. Namun, dia justru curhat saat mengikuti aksi FPI beberapa waktu silam saat menuntut Basuki mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI.
“Tadi ada yang teriak chaos-chaos, giliran gue di dalam (penjara), Lebaran di dalam (penjara), lu yang teriak-teriak di luar. Ogah gue masuk barracuda lagi,” kata dia tertawa.
Sekitar pukul 14.00, massa Mars dan beberapa tokoh Betawi sudah meninggalkan Balai Kota.
Editor: Panji Bachtiar
Sumber: Kompas

Cerita Lucu Pendemo Anti Ahok Yang Kesal Dibayar Cuma Rp 50.000, Tak Bertemu Ahok Pula



TOP News - Para pendemo yang datang dari Masyarakat Anti Korupsi (Mars) merasa kecewa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota dulu. Sebab, mereka dan perwakilan tokoh Betawi lainnya tidak bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Kelompok ini melakukan aksi sejak pukul 11.00 hingga 13.30. Mereka meminta klarifikasi terkait pernyataan Basuki perihal pemberian nama sapi “USB” (untuk sapi Betawi) saat di Rumpin, Kabupaten Bogor.
“Kita sudah (dibayar) gocap (Rp 50.000) ginidoang. Sudah enggak bertemu Ahok (Basuki), shalat dzuhur juga kagak. Rugi dua kali lipat nih gue,” kata pria yang sedang memegang mikrofon untuk menyampaikan aspirasi di depan Balai Kota DKI Jakarta itu.

Dia juga mengaku kecewa dengan sedikitnya jumlah orang yang hadir untuk melakukan aksi unjuk rasa. Padahal, awalnya sudah ada niat untuk menggandeng Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi lain agar aksi lebih besar.
Dia juga mengaku sempat dibisiki beberapa oknum agar membuat aksi unjuk rasa berujung ricuh. Namun, dia justru curhat saat mengikuti aksi FPI beberapa waktu silam saat menuntut Basuki mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI.
“Tadi ada yang teriak chaos-chaos, giliran gue di dalam (penjara), Lebaran di dalam (penjara), lu yang teriak-teriak di luar. Ogah gue masuk barracuda lagi,” kata dia tertawa.
Sekitar pukul 14.00, massa Mars dan beberapa tokoh Betawi sudah meninggalkan Balai Kota.
Editor: Panji Bachtiar
Sumber: Kompas

Saturday, September 3, 2016

Dua Kakak-Beradik Yang Beda Suku, Agama, dan Karakter, Tapi Sama-Sama Pekerja Keras



TOP News - Yang satu tengil, bacotnya keras, gaya kreak, kalau orang Medan bilang CIBAN (Cina Bandal), Agama Kristen.
Yang satu lagi, malas ngomong, gayanya santai, kalau orang Jawa bilang kemayu, Agama Islam.

Berbeda suku, berbeda agama dan berbeda karakter.
Namun kalau soal kerja, mereka berdua pekerja keras.
Kalau soal watak, mereka berdua berwatak keras.

Perbedaan ini yang menyatukan mereka dalam ikatan yang erat sebagai saudara kandung dari rahim ibu pertiwi.
Bagaikan gula dan kopi, pahit dan manis berbaur menjadi satu bersama air yang yang keluar dari tanah air Indonesia.

Mereka mampu menimbulkan rasa yang begitu luar biasa bagi sebagian besar rakyat Indonesia.
Masalah demi masalah mampu mereka selesaikan satu persatu.

Para poli-tikus sebagian mampu mereka kandangi, Sebagian bersembunyi dan mengintip dibalik lubang persembunyiannya berharap ada kesempatan mencuri keju dalam lemari es, dan sebagian lagi saat ini bagaikan jerry yang sedang diuber-uber oleh tom.

Inilah kisah dua kakak beradik yang bersatu sejak berpasangan menjadi gubernur dan wakil gubernur di ibu kota Negara Indonesia.
Berpisah karena kenaikan kelas, yang sang kakak naik kelas dari gubernur menjadi seorang presiden, sedangkan sang adik naik kelas dari wakil gubernur menjadi gubernur.
Karya nyata pun diciptakan mereka berdua.

Sang kakak yang jelas lebih berat tugasnya dengan santai tapi pasti mampu merubah suatu Negara kaya tapi miskin menjadi Negara yang megah dan mulai diperhitungkan didunia.
Dibantu sang adik Yang memberi contoh nyata bagi seluruh provinsi yang ada dinegaranya dengan kerja nyata juga. Bagaikan disulap kini Jakarta berangsur pulih.

Dapat dibayangkan Indonesia akan disulap menjadi Negara megah nan maju dari keterpurukan dan kekumuhan.
Tinggal merubah pola pikir masyarakat yang primitif, malas, iri, dan dengki.
Pola pikir seperti inilah yang membuat bangsa Indonesia lama terjajah, baik terjajah dari bangsa asing, maupun terjajah oleh bangsa sendri.

Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat mudah dibodohi, diperalat, diadu domba, hingga akhirnya menjadi pengkhianat bangsa sendiri.
Sebab itulah mental bangsa Indonesia harus direvolusi.

Bersama kita junjung tinggi UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka tunggal Ika untuk NKRI tercinta.
Jokowi dan Ahok adalah pejuang dan bahkan pahlawan Indonesia masa kini.
Pengganti mereka kelak harus bisa lebih baik dari mereka.

Untuk mendapatkan pemimpin yang lebih baik dari mereka kelak, seluruh rakyat Indonesia harus cerdas dalam menilai calon-calon pemimpin diseluruh wilayah Indonesia.

Salam revolusi mental.




Ahok sindir DPRD: Gaji Kecil kok Mobilnya Alphard semua?



 www.pokeremas.com

 TOP News ~ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengkritisi terkait rencana tunjangan dan gaji bagi anggota dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia.

Jika nantinya gaji anggota DPRD naik, Ahok meminta agar anggota DPRD harus melakukan pembuktian terbalik harta dengan adanya kenaikan gaji itu.
"Saya enggak masalah mereka mau naik gaji sekarang, yang penting saya bilang ada pembuktian terbalik harta pejabat. Jangan gaji sudah naik, tapi masih main-main, itu yang enggak boleh gitu loh," kata Ahok, Kamis (1/9), di Kantor Balai Kota DKI Jakarta.
Tak hanya itu, kenaikan gaji, kata Ahok, juga harus membuat anggota DPRD semakin profesional. Ahok menekankan pentingnya penerapan transaksi non-tunai oleh anggota DPRD agar pemerintah bisa memantau pertambahan harta mereka.

"Gaji kecil, mobilnya Alphard semua, kan ya enggak lucu juga. Nah, ini juga mesti fair. Kita harus bikin laporan tahun ini," tukas Ahok.

Seperti diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyetujui rancangan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur mengenai tambahan dan kenaikan tunjangan anggota dan pimpinan DPRD. Jokowi menjanjikan bahwa PP tersebut selambat-lambatnya akan terbit pada akhir tahun ini