c

Minggu, 31 Juli 2016

Fakta :Ahok maju lewat parpol, Tak Ada Pendukung Ahok Yang Kecewa, Masalahnya : Yang Kecewa Malah Pembenci Ahok



TOP NewsGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memutuskan maju lewat jalur partai politik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. Sempat muncul #BalikinKTPGue di Twitter yang berisi kekecewaan netizen atas perubahan pilihan Ahok.


Juru bicara Komunitas Pendukung Ahok (Kompak) Tsamara Amany mengatakan, ‎belum melihat ada relawan Ahok yang kecewa terhadap putusan mantan Bupati Belitung Timur itu. 

Oleh sebab itu, menurut dia, munculnya

"Saya belum melihat ‎pendukung Ahok yang marah," kata Tsamara dalam diskusi 'KTP Untuk Teman Ahok' di Cikini, Jakarta, Sabtu (30/7).

Ia yakin bahwa kicauan dengan tagar #BalikinKTPGue merupakan serangan dari buzzer salah satu lawan politik Ahok. ‎Hal itu sudah ditelusuri oleh Teman Ahok dengan bantuan konsultan digital Muvera. 

"Jadi itu bot di Twitter. Mereka yang ngetweet dari awal benci Ahok, kok jadi mereka yang tersinggung (Ahok maju lewat parpol)," ungkap Tsamara. [jpnn]

Selasa, 26 Juli 2016

Babi Panggang Karo mengundang rasa penasaraa pecinta kuliner olahan daging babi...


TOP News Gencarnya pemberitaan tentang Babi Panggang Karo (BPK) yang di demo salah satu ormas, membuat banyak pecinta kuliner babi penasaran akan BPK.

di beberapa tempat diluar sumatera pengusaha rumah makan BPK mengakui bahwa pembritaan tentang BPK membuat omset penjualan naik 50% dari biasanya.

Secara tidak langsung pemberitaan-pemberitaan mengenai penolakkan BPK telah mengangkat nama makanan khas batak karo ini.
Hampir di semua media sosial mengangkat topik BPK sehingga banyak orang penasaraan dengan bentuk dan rasa BPK itu, semoga dengan boomingnya nama BPK dapat dinikmati oleh para pengusaha RM.BPK.

Senin, 25 Juli 2016

Kesabaraan pemuda batak sedang di uji ormas radikal, pemuda batak bersatu melawan perusak tatanan budaya batak.



TOP NEWS -  Unjuk rasa menuntut Babi Panggang Karo(BPK) untuk ditutup yang dilakukan salah satu ormas ke agamaan di deli serdang kemarin memancing reaksi keras pemuda batak, bukan hanya batak karo tapi batak yanh lainya merasa ikut dilecehkan oleh ormas tersebut.

Untuk diketahui bahwasanya rata-rata masyarakat batak makanan khasnya berasal dari olahan daging babi, bila ada acara pesta di masyarakat batak, menu dengan menggunakan daging babi pasti selalu tidak ketinggalan.

Hampir di seluruh daerah sumatera dan daerah lainya, bila disitu ada tinggal masyarakat batak, pasti di daerah itu ada kita jumpai rumah makan yang menjual menu daging babi seperti BPK.

Dengan adanya unjuk rasa ormas yang menuntut BPK ditutup, ini adalah salah satu ujian menguji kesabaran kami pemuda batak, ujar situmorang, bukan hanya masyarakat karo yang merasa di hina tapi semua masyarakat batak lainya, karena BPK merupakan makanan khas karo tambahnya.

Bila mereka tetap melakukan penutupan paksa, semua elemen pemuda batak sudah siap untuk bersatu untuk melawan.

jangan campuri makanan khas suku karo yang sudah beratus tahun, batak tidak suka ribut, namun bila di pancing semua pemuda batak akan turun tangan, solidaritas masyarakat batak sangat-sangat tinggi, satu tersakiti semua siap melibas yang macam-macam.

INI MEDAN BUNG...!!!

Minggu, 24 Juli 2016

Ahok Semakin Meroket dan Populer, Gerindra Protes, Gugup, dan Mulai Panik!


TOP News - Pilgub DKI 2017, Partai Gerindra meminta Presiden Joko Widod bersikap netral. Jokowi yang dekat dengan Gubernur DKI petahana Basuki T Purnama (Ahok) disebut menjadi penengah hubungan Ahok dan PDIP yang memanas.“Sebagai presiden, Pak Jokowi harus netral,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Jumat (22/7) malam.Menurutnya, netralitas Jokowi bukan hanya dibutuhkan di Pilgub DKI. Namun, diseluruh Pilkada yang ada di Indonesia. “Presiden harus netral, dan saya yakin PakJokowi tidak akan menjual kredibilitasnya untuk seorang Ahok di Pilgub DKI,” ujarnya.Pada 12 Juli lalu, Jokowi bertandang ke rumah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakpus, dan disebut-sebut membicarakan soal pengusungan Ahok. “Itu baru rumor. Tapi sebagai kader PDIP, pak Jokowi boleh memberi masukan. Tapi saya pikir Pak Jokowi sebagai presiden akan netral,”tutur Dasco.Saat ini Partai Gerindra masih melakukan sejumlah komunikasi dengan partai lain untuk membicarakan pengusuang untuk Pilgub DKI termasuk dengan PDIP. Hanya saja Gerindra memastikan tidak akan berkoalisi dengan PDIP jika partai berlambang banteng moncong putih tersebut akan kembali mengusung Ahok yang merupakan mantan kadernya itu.Dasco mengakui memang ada dinamika terkait Ahok dengan PDIP. Setelah menyatakan akan maju lewat jalur perseorangan yang kemudian menyebabkan hubungannya renggang dengan PDIP, kini Ahok menyiratkan bersedia diusung melalui jalur parpol.“Sekjen PDIP dan Gerindra sudah bertemu belum lama ini. Sementara kami utk DKI 1 kami mengusulkan nama Budi Waseso dan Sandiaga Uno. Di tingkat DPD ada pakSjafrie dan Sandiaga Uno. Kita lihat di PDIP, nama Pak Buwas sudah mulai keluarjuga,” beber Dasco.Gerindra pun tak khawatir akan kalah startdengan Ahok untuk bekerja sama dengan PDIP yang merupakan partai pemenang pemilu itu. “Saat Pilkada 2012, Gerindra dan PDIP juga (memutuskan koalisi) di last minute,” pungkas Dasco. [bijaksnet]

Sabtu, 23 Juli 2016

Lantaran Ahok Ceramah Seperti Ini, Para Ulama MUI Pada Ngakak Tertawa

Foto: Danu Damarjati/detikcom


TOP NewsGubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bercerita soal keengganannya menghadiri undangan acara di masjid-masjid Jakarta. Hal apa yang membuatnya ogah hadir di acara di masjid-masjid?

"Saya bukan mau menghindari datang ke bapak ibu. Kadang-kadang wali kota ngajak gitu ya, ke masjid ini-masjid ini," kata Ahok di Yayasann Al Wathoniyah Asshodriyah 9, Jl Penggilingan No 36, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (23/7/2016).

Soalnya, kehadirannya di masjid rawan mendapat cap 'kampanye' jelang Pilgub DKI 2017. Meski belum memasuki kampanye, namun atmosfer jelang Pilgub DKI memang sudah mulai memanas mulai sekarang.

"Saya suka bilang, 'Janganlah.' Kenapa? Masa kampanye aku males," kata Ahok.

Ahok berbicara di depan seratusan hadirin dalam acara halal bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Timur dan silaturahim pemuka agama dan umara. Ada Ketua MUI Jakarta Timur Ahmad Sodri yang hadir, selaku tuan rumah tempat ini juga.

Meski sering malas memenuhi undangan ke masjid-masjid, Ahok mengaku tetap menyumbang pembangunan masjid. Sumbangan yang dia berikan ke pembangunan masjid haruslah untuk masjid yang memang memerlukan suntikan dana.

"Saya suruh orang saya intip, jamaahnya naik mobil apa? Mobil mewah, nyumbangnya Rp 5 ribu salat Jumat. Ini mah tidak dikasih duit, tapi perlu dikasih tausiyah, kirim kiai, khotbahin," kata Ahok disambut tawa.

sumber: detik.com

Jokowi Tarik Rp 3.000 Triliun Uang Indonesia, Singapura diPastikan Bangkrut


TOP News -   Pemerintah saat ini sedang mewacanakan untuk menerapkan program pengampunan pajak (tax amnesty). Hal itu untuk menggenjot penerimaan negara melalui pajak.
Pengamat Ekonomi Aviliani menilai program tax amnesty membuat banyak negara berupaya agar uang dari Indonesia yang mampir ke negara lain, tidak kembali ke tanah air. Pasalnya sebagian besar uang yang dibayarkan Wajib Pajak (WP) disimpan di luar negeri.
Aviliani menyebut saat ini Singapura berupaya keras agar uang milik masyarakat Indonesia tidak keluar dari negaranya. Pasalnya jika uang yang berada di negara tetangga bisa kembali ke tanah air, otomatis hal tersebut membuat Singapura anjlok pertumbuhan ekonominya.
“Rp 3.000 triliun uang (indonesia) ada di Singapura. Jika kembali masuk ke Indonesia, Singapura langsung jatuh,” ujar Aviliani di Seminar Perpajakan, Kamis (10/3/2016).
Saat ini Singapura mencari segala cara agar uang dari Indonesia, bisa terus disimpan di negaranya. Salah satu hal yang ditawarkan Singapura itu adalah kewarganegaraan bagi yang tinggal satu rumah dengan warga Singapura.
“Singapura menawarkan kalau satu atap bisa jadi warga negara sana,” kata Aviliani.
Aviliani memaparkan jika banyak warga negara Indonesia pindah di Singapura, otomatis uang yang diincar untuk penerimaan pajak tidak kembali ke tanah air.
“Jika diberlakukan tax amnesty, uangnya susah jadi balik,” kata Aviliani.
source: Tribunnews.com

Kamis, 21 Juli 2016

Ahok Hapus Dana Reses Secara Tunai, DPRD DKI : Kami Ogah Jumpa Rakyat Lagi, Ngambek!

TOP News- Kebijakan Pemprov DKI tidak lagi memberikan uang tunai kepada legislator daerah untuk membiayai kegiatan politiknya mulai berdampak. Sebagian kalangan DPRD DKI ogah bertemu masyarakat saat masa istirahat persidangan atau reses.



Anggota Komisi B DPRD DKI, William Yani, mengaku sejak digulirkan kebijakan non tunai untuk dana reses, ia tidak lagi melaksanakan kegiatan tersebut.

“Saya bingung menghadapi konstituen. Dengan dana non tunai ini apa yang bisa lagi saya bantu untuk warga bila mereka meminta bantuan untuk perbaikan sarana dan prasarana di lingkungannya,” ujar pria yang akrab disapa Yani ini, Rabu (18/5).


Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan inipun mengaku kerap diprotes warga. Pasalnya warga menganggap dirinya tidak lagi mempercayai mereka untuk mengurus berbagai persiapan reses.


Misalnya saja terkait konsumsi, penyewaaan pemasangan tenda dan kursi. “Sebelumnya saya mempercayakan warga dan memberikan uang kepada mereka untuk menyiapkan berbagai sarana penunjang kegiatan reses. Tapi dengan sistem keuangan saat ini tidak bisa lagi, karena harus diserahkan pihak ketiga bukan lagi ke warga,” ucap Willy.


Minta sumbangan


Belum lagi bila ada warga yang meminta sumbangan untuk perbaikan sarana seperti tempat ibadah. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang sudah tidak diperbolehkan lagi kami memberikan bantuan uang tunai kepada warga melalui dana reses,” tukasnya.


Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarif. Politisi Partai Gerindra ini tidak menampik bila banyak masyarakat masih menganggap kedatangan anggota dewan ke wilayahnya dengan membawa uang untuk membantu memperbaiki lingkungannya.


“Tapi saat ini tidak bisa lagi. Ya paling saya hanya minta maaf dan menjelaskan kepada warga bahwa sistem keuangan anggaran saat ini tidak memperbolehkan hal itu. Semua sistem non tunai. Paling kami hanya menjaring berbagai keluhan dan masukan untuk kemudian kami usulkan dalam program anggaran daerah,” ungkapnya.


Temuan BPK


Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Sekretaris DPRD DKI, Yuliadi membenarkan bahwa sistem pembiayaan reses bagi anggota legislator daerah ibukota tidak lagi tunai. Melainkan harus melalui sistem transfer. Termasuk penyediaan saranan penunjang. Seperti konsumsi, tenda dan kursi diserahkan ke pihak ke tiga atau orang pendamping yang dipercaya anggota dewan yang bersangkutan yang memang tidak menerima gaji dari Pemprov DKI.


“Kemarin kami berikan uang tunai menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi tahun ini tidak kami lakukan lagi. Semua pembayaran melalui sistem transfer,” kata Yuliadi.


Sekadar diketahui 106 anggota DPRD DKI mendapat hak reses tiga kali dalam setahun, yakni April, Agustus dan November. Setiap putaran. setiap anggota wajib menyambangi konstituennya di enam titik lokasi. “Satu putaran dialokasikan anggaran belum dipotong pajak sebesar Rp102 juta melalui sistem non tunai,” pungkas Yuliadi. [jurnalpolitik.com]

1 Tahun Jokowi Lebih Baik Dari 10 Tahun SBY Dan Jauh Lebih Baik Dari 32 Tahun Soeharto

Diposkan OlehOn January 07, 2016 With No Comments


TOP News- Dua hari terakhir ini, ada sebuah postingan di akun twitter yang isinya cukup menggelitik dan mengundang perhatian dari para netizen. Tak hanya di Twitter, kicauan ini bahkan kini sedang tenar di Facebook. Pasalnya banyak pengguna FB yang kemudian mencapture hingga akhirnya postingan tersebut menyebar luas secara viral di jejaring sosial.

Cuitan akun @bonihargens yang menyebutkan, "Jokowi terus memperlihatkan komitmennya untuk Indonesia. 1 tahun Jokowi lebih baik dari 10 thn SBY & jauh lebih baik lagi dari 32 thn Soeharto," itupun kini sedang menuai perdebatan hangat dikalangan Netizen. Banyak yang mendukung tetapi jauh lebih banyak yang membantah, bahkan banyak Netizen yang beranggapan bahwa hal itu berlebihan dan mengada-ada.

Tentunya kita butuh tolok ukur yang tepat untuk menyebut bahwa pemerintahan yang satu lebih baik dari pemerintahan yang lainnya. Terlalu dini untuk menilai 1 tahun kepemimpinan Jokowi lebih baik dari 10 tahun kepemimpinan SBY, apalagi 32 tahun era Soeharto. Hal itu perlu dilihat secara objektif dari berbagai aspek, baik itu ekonomi, hukum, stabilitas politik, keamanan dan lain sebagainya.
Setiap pemerintahan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. 32 era Soeharto, banyak yang menilai sebagai era pembangunan. Soeharto dianggap mampu membangun Indonesia menjadi salah satu negara besar dikawasan Asean hingga Asia, bahkan Indonesia pernah dijuluki sebagaiMacan Asia.

Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY, dinilai mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik pasca krisis 98. Indikasi ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, SBY bahkan disebut-sebut sukses membawa Indonesia bertahan dalam krisis keuangan dunia tahun 2008. 

Bagaimana dengan Jokowi ? Masih butuh waktu untuk bisa menilai secara objektif, tetapi untuk sementara ini kita bisa melihat dari indeks ekonomi. Meski diklaim 1 tahun Jokowi lebih baik, namun kini pertumbuhan ekonomi sedang merosot, daya beli masyarakat menurun dan harga-harga terus meroket.

Keberhasilan pemerintahan Jokowi menciptakan Kapsul Impian Masa Depan, disebut-sebut sebagai sebuah langkah maju untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara paling disegani di dunia. Namun begitu, pertumbuhan ekonomi yang merosot dan masihmeroketnya harga-harga sembako tentu masih menyimpan tanda tanya ? (BDLV)

Gara-gara rokok , Ahok diacungi bogem oleh Susi


TOP News- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sama-sama hadir di Istana Kepresidenan, Rabu (20/7/2016) siang, untuk menghadiri pelantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Jelang acara tersebut, Ahok, sapaan Basuki, tertangkap kamera mengisengi Susi. Dari sejumlah foto hasil jepretan fotografer Media Indonesia, Panca Syurkani, tampak keisengan Ahok sempat membuat Susi mengacungi bogem kepadanya.
Saat dikonfirmasi, Ahok mengaku saat itu mencoba mengisengi Susi ketika Susi hendak mengambil sesuatu dari tasnya.
"Bu Susi kan buka tas, dia ngeluarin tisu, biasanya kan ngeluarin rokok. Eh gue bilang, 'Lu enggak boleh ngerokok ya'. Saya mau becandain saja," kata Ahok di Balai Kota, Rabu petang.
Setelah diisengi, ia menyebutkan bahwa Susi sempat menyebut Ahok telah membuat para perokok kesulitan untuk merokok di Jakarta.
"Dia bilang, 'Eh lu gubernur bikin gue susahngerokok lu satu Jakarta'," kata Ahok.
Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Egidius Patnistik

(smbr : megapolitan.kompas.com)

Selasa, 19 Juli 2016

9 Tahun Diburu, Santoso Tewas Di Era Jokowi. Demokrat Malah 'Nyinyirin' Kapolri Tito Karnavian


TOP News - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan menilai tewasnya teroris yang diduga Santoso merupakan buah keberhasilan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan polisi yang telah bekerja dengan baik.

"Kami ucapkan selamat berarti dengan demikian terorisme di Sulawesi Tengah itu bisa selesai. Walaupun ada anak buahnya tetapi saya pikir dengan komandannya yang sudah tuntas, anak buahnya tidak terlalu sulit untuk memberantas," kata Syarief di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 19 Juli 2016.

Meski begitu, ia tak menghubungkan hal tersebut semata dengan keberhasilan Kapolri Tito Karnavian yang baru menjabat. Syarief lebih memuji pada kerja sama aparat kedua korps yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala.

"Tidak ada korelasi (dengan Tito). Tapi yang jelas aparat pemerintah itu bekerja dengan baik. Korelasi itu hanya kebetulan saja. Tapi yang jelas aparat bekerja dengan bagus. TNI, polisi itu bekerja dengan bagus," kata Syarief.

Menurutnya, sudah ada proses yang berkesinambungan baik dari TNI maupun Polri dalam pemberantasan terorisme. Hal itu bahkan sudah dilakukan sejak Kapolri sebelumnya. Proses itulah yang membuat Santoso dan kelompoknya terdesak. 
"Mungkin dengan proses yang berjalan begitu lama terjadilah penembakan terhadap Santoso," kata Syarief.

Sejarahnya, Gerakan Poso mengibarkan bendera mereka dengan sebutan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT). Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan, adalah Santoso, Abu Tholut, dan Ustadz Yasin berada di balik berdirinya gerakan tersebut pada 2010-2011. Namun Santoso diburu sejak 2007. Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur itu diduga terlibat aksi terorisme di beberapa tempat di Indonesia. Bahkan, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memasukkan namanya dalam daftar teroris global.

Akhirnya setelah 9 tahun, Santoso berhasil ditangkap bahkan tertembak mati. Tapi Demokrat mengatakan CUMA KEBETULAN??? Baca dulu Link Ini Sumber Metrotvnews, Santoso Diburu Sejak 2007

Kenyataannya memang dimanapun yang bekerja adalah bawahan/karyawan/pegawai. Tetapi semua bawahan/karyawan/pegawai bekerja karena berdasar perintah pimpinan atau atasan, sebagaimana Syarief Hasan juga bekerja dan berbicara berdasar arahan pimpinan. Bagaimana menurut anda?(*)

Dubes Inggris mengakui Indonesia Jauh Lebih Baik Di Tangan Jokowi Daripada SBY



TOP News- Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan semenjak dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) Indonesia menjadi lebih baik.
“Perizinan usaha menjadi lebih mudah, korupsi rendah dan terlihat tanda-tanda perbaikan infrastruktur,” kata Moazzam di Jakarta, Rabu (11/5).

Ia melihat Indonesia mempunyai landasan ekonomi yang kuat dan stabil.

Moazzam pun yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dapat mencapai 6% atau lebih tinggi.

Moazzam mengatakan Indonesia memang masih berisiko defisit tetapi kemungkinannya lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

“Prospek Jangka panjang kuat. Pemerintah melakukan apa yang bisa dilakukan,” pungkas dia.(sindosatu.com) **

Ahok: Cinta indonesia itu tidak korupsi dan tidak terima suap


TOP News — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau para pejabat untuk tidak korupsi.

Jika pejabat cinta Indonesia, kata pria yang akrab disapa Ahok itu, lebih baik pejabat itu tidak menyalahgunakan uang rakyat. "Cinta Indonesia itu ya jangan korupsi, jangan terima suap, jangan berpihak sama orang. Berpihaknya hanya pada konstitusi. Itu baru namanya cinta Indonesia," kata Basuki di Balai Kota, Rabu (5/8/2015). 

Basuki selama ini dikenal sebagai pimpinan daerah yang antikorupsi. Selama menjabat sebagai Wakil Gubernur hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, Basuki kerap menyampaikan pernyataan antikorupsi kepada media.

Basuki juga memiliki solusi mengurangi potensi korupsi di Jakarta, yakni dengan merealisasikan sistem transaksi nontunai.

Beberapa kebijakan yang sudah dijalankan dengan nontunai ialah seperti pembayaran gaji pekerja harian lepas (PHL), gaji pegawai negeri sipil (PNS), pembayaran retribusi pedagang kaki lima (PKL), retribusi penghuni rumah susun, serta Kartu Jakarta Pintar (KJP). 

Ia juga membatasi jumlah uang yang dapat ditarik setiap harinya oleh PNS DKI Jakarta. Masing-masing PNS DKI Jakarta maksimal hanya dapat menarik uang hingga jumlah Rp 25 juta setiap harinya.

Basuki merencanakan nantinya pembatasan penarikan uang kontan bagi PNS DKI Jakarta dapat lebih ditekan lagi nominalnya. "Harusnya di seluruh indonesia juga orang tidak bisa tarik kontan uang lebih dari jumlah satu kali UMP," kata Basuki.
Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor: Kistyarini
Sumber : KOMPAS



*MARI JANGAN PADAMKAN SEMANGAT PERJUANGAN PAK AHOK SELAMA INI, 
KITA TUNJUKAN SIMPATI KEPADA BELIAU DENGAN BERBAGI KEBAIKAN BERJILID-JILID, KITA AKAN MEMBAGIKAN PAKET KEBUTUHAN SEHARI-HARI KEPADA PARA TAHANAN TEMPAT PAK AHOK DITAHAN, WALAU PAK AHOK SAAT INI SUDAH PASRAH, KITA BUAT BELIAU MENJADI SALURAN BERKAT DIMANAPUN DIA BERADA, SAAT INI SUDAH TERKUMPUL 28JUTA LEBIH, BAGI YANG INGIN IKUT BERBAGI KEBAIKAN SILAHKAN KLIK LINK INI →→→https://m.kitabisa.com/badja

20.000/ORANG TENTU TIDAK MEMBERATKAN TEMAN-TEMAN SEPERJUANGAN.

JANGAN BIARKAN BELIAU MERASA DITINGGALKAN OLEH PARA PENDUKUNGNYA, KITA BUAT AKSI BERJILID-JILID SELAMA PAK AHOK DI TAHAN.

Demokrat: SBY Harus Mundur atau Dilengserkan!


TOP News- SBY sepertinya mulai kena batunya. Mantan penguasa 10 tahun ini mungkin tak lama lagi akan terpental dari dunia politik tanah air. Jika sebelum ini SBY tak tergoyahkan di pimpinan Demokrat, kini mulai ada suara ancaman kritik sangat serius dari internal partai.
“Beliau tidak bisa mengadakan sebuah perbaikan. Dalam kondisi ini kan daya tariknya sudah enggak ada, wong  beliau presiden saja hancur partainya, apalagi beliau nggak presiden,” ungkap Hencky Luntungan.
Menurut Hencky, Demokrat bukanlah partai Cikeas. Komunitas pendiri partai ada 99 orang, dan ternyata saat ini tidak satu suara mendukung SBY. Ini karena SBY kerap menjalankan sistem feodalisme di dalam kepartaian, bahkan ketika menjadi ketua dewan pembina. Banyak kader di daerah dipecat hanya karena bersuara kritis.
“Apalagi ketika dia melibatkan Ibas (Edhie Baskoro), yang tidak tahu apa-apa tentang partai ini. Kemudian dia melangkahi dan melupakan sejarah partai ini bahwa partai ini hanya didirikan di Cikeas, itu sangat naif, itu bahaya,” pungkas Hencky.
Partai Demokrat di bawah cengkraman SBY jauh lebih buruk dari Golkar di tangan Bakrie. Golkar masih memiliki mesin partai yang atraktif, siapapun ketuanya. Sementara Demokrat tidak punya mesin penggerak untuk mendulang suara. Minim terobosan, tak ada sumbangsihnya pada negara kecuali menyumbang koruptor.
Sejak ditinggal Anas Urbaningrum, suara Demokrat semakin habis. Bahkan pada Pilkada 2015 lalu berhasil jadi partai gurem, nomer 6 di bawah PKS dan Hanura.
Jika mengingat kisah beberapa tahun yang lalu, Anas ini seperti anak haram yang tak diharapkan oleh tuannya. Menurut cerita teman Anas, SBY bahkan meminta agar Anas tidak mencalonkan diri sebagai ketua Demokrat. Namun Anas menolak dan tetap maju, sampai akhirnya bisa memimpin Demokrat dan semakin mendominasi.
Saat Demokrat semakin didominasi pendukung Anas, saat itulah Anas dijerat kasus korupsi. Kebetulan? Entahlah. Intinya begitu. Dan SBY yang masih jadi Presiden saat itu mengambil alih Partai Demokrat.
Harapan bahwa Demokrat kembali membaik dan mendapat simpati publik nyatanya hanya hitungan di atas kertas. Di lapangan, Demokrat besar dengan tangan-tangan aktivis jaringan Anas Urbaningrum. Tanpa Anas, Demokrat hanya seperti macan ompong yang hanya bisa makan terong.
Dulu banyak yang tak percaya dengan opini seperti itu, namun sekarang sudah terbukti, Demokrat menjadi partai gurem di bawah PKS dan Hanura. SBY boleh punya citra yang baik, tapi itu jadi tak ada gunanya tanpa pergerakan.
Dengan kondisi yang semakin memburuk inilah kemudian Hencky bersuara sangat keras. Menjadi lebih menarik karena Hencky adalah orang yang masuk dalam tim penyelamat Partai Demokrat yang dulu melengserkan Anas Urbaningrum. Jika sekarang Hencky kembali bersuara, maka kemungkinan besar selama ini mereka terjerat tipu daya pencitraan SBY. Sekarang Hencky dan teman-teman pendiri partai sadar bahwa SBY tak mampu berbuat banyak.
Tak tanggung-tanggung, Hencky meminta SBY mundur dari posisi ketua umum Demokrat. Jika tidak, maka SBY harus dilengserkan dengan tidak hormat lewat KLB atau kongres luar biasa.
Sebagai penikmat politik tanah air, saya sangat berharap SBY bisa mundur dengan legowo. Sebab jika sampai terjadi dualisme dan ‘dibuang’ seperti Bakrie, betapa tragisnya nasib SBY seorang penguasa Indonesia 10 tahun.
Tapi sebagai Pakar Mantan, saya cukup prihatin. Sebab kalau SBY lengser dari ketum Demokrat, maka statusnya jadi Pak Mantan Kuadrat, disingkat PMK. Sementara saya belum siap untuk membahasnya dengan prihatin kuadrat.
Begitulah kura-kura.
sumber : seword.com

Senin, 18 Juli 2016

Sudah 97 Trilyun Balik ke Negara Berkat UU Tax Amnesty


TOP News- Dana 97 trilliun mengalir dari luar negeri sebagai respon positif atas tax amnesty, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Luhut Binsar panjaitan, bahwa dana 97 trilliun adalah sebagai indikasi dari bagusnya respon dari UU Tax amnesty.
Tax amnesty adalah sebuah mekanisme yang memperbolehkan seseorang, atau pun organisasi untuk tidak membayar pajak, atau ditangguhkan pembayaran pajaknya, atau tidak sama sekali berdasarkan ketentuan yang ada. Sebagaimana telah ditetapkan di UU no 11 tahun 2016 mengenai tax amnesty yang dicanangkan oleh Jokowi.
Menkopolhukam Luhut menyatakan bahwa jumlah besaran dana ini adalah informasi dari Gubernur Bank Indonesia, di mana dana yang masuk ke dalam negeri ini meningkat hingga 70.01 persen dengan periode yang sama di tahun 2015 terhadap tahun 2016.
Luhut juga menyatakan bahwa fakta-fakta bahwa besaran dari jumlah yang masuk tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sangat berpotensi dalam menggenjot nilai investasi yang sangat luar biasa yang merupakan dana orang Indonesia sendiri.
Ini terpantau juga dari akun Facebooknya yang dikutip redaksi berikut ini:
Satu hari sebelum Lebaran, The World Bank mengatakan kepada saya bahwa Indonesia telah menjadi ‘the most promising developing country’.
Senin lalu, di sela rapat-rapat di kantor saya, Gubernur BI datang dan menyampaikan bahwa dana senilai Rp 97 triliun telah masuk ke Indonesia pada Januari – 24 Juni 2016.
Angka ini meningkat 70,1% dari periode yang sama di 2015.
Untuk memperoleh penjelasan yang lebih lengkap, saya mengundang Menteri Keuangan pada Selasa lalu. Beliau mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk respon positif pasar terhadap disahkannya UU Tax Amnesty.
Sampai Rabu sore, saya juga masih melihat penguatan nilai tukar Rupiah ke Rp 13.086/USD.
Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa pemerintah sudah bekerja pada jalur yang benar. Tapi lompatan-lompatan seperti ini harus kita antisipasi dengan mempersiapkan SDM dengan baik.
Apakah ke depannya kondisi Indonesia akan semakin baik? Tentu saja semuanya berpulang pada kesiapan kita semua.
Namun perlu juga diperhatikan, selain dana, juga perlu dipersiapkan alokasi sumber daya manusia yang mumpuni.
Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai dana ini juga, tidak boleh mengindahkan mengenai faktor inflasi dan peredaran dana yang yang sebaiknya dikonsumsi untuk keperluan penggenjotan ekonomi kecil dan menengah serta adanya penggunaan pada belanja infrastruktur.

Presiden Jokowi,"Tarik Semua Uang Indonesia Dari Singapore...!!!!

Presiden Repubrik Indonesia, Bapak Jokowi Widodo.

TOP News- Pemerintah Singapura dikabarkan menyiapkan skema untuk menahan uang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disimpan di bank-bank Singapura.

Hal itu mengantisipasi dampak disahkannya Undang Undang Tax Amnesty.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan persaingan antar negara ASEAN sudah dimulai di bidang perdagangan.

Dimulai melalui perang tarif bea masuk dan insentif pajak (tax holiday).

"Sekarang dilanjut dengan isu tax amnesty yang memang selama ini Singapura tax heaven WNI. Jadi potensi terdampak ya Singapura," imbuh Eva ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (17/7/2016).

Menurut Eva, hubungan Indonesia dengan Singapura bisa terganggu bila negara singa itu mengimplementasikan kebijakan nol persen. Sebab, kebijakan Singapura tersebut memang untuk menjegal Indonesia.

"Apalagi Singapura sudah menikmati dana parkiran tersebut berpuluh tahun, apa artinya prinsip transparansi tanpa akuntabilitas?" katanya.

"Akuntabilitas di bidang keadilan dan komitmen untuk regional growth yang menggemborkan solidarity dan sustainibility economy growth di kawasan ASEAN. Singapura tidak akan seceroboh itu, kecuali mau Sin-xit seperti Brexit? Ongkos politiknya mahal," tambahnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut pun melihat WNI akan bertindak rasional. Menurutnya, perlindungan yang paling bagus di negara RI sendiri. Kecuali mereka mau pindah warga negara padahal tahun 2018 akan ada keterbukaan perbankan.

"Jadi ya percuma kan pindah warga negara Singapura. Ku pikir ketegasan presiden untuk mengancam juga akan jadi pertimbangan khusus untuk keputusan pindah warga negara," tutur Eva.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, mengatakan bank di Singapura tidak tinggal diam menghadapi program tax amnesty dari pemerintah Indonesia.

Sadar ada potensi penarikan dana cukup besar dari pemilik modal dari negara tetangganya, perbankan negeri Singa itu menawarkan paket pembayaran pajak gratis.

Tawaran paket pembayaran pajak secara gratis atas deklarasi dana pemilik modal asal Indonesia oleh perbankan Singapura itu tentu saja ada syaratnya.

Fasilitas itu akan diberikan dengan syarat dana yang tersimpan di bank negara itu tidak ditarik dan dipindahkan ke Indonesia.

Source. tribunnews