Sponsor

Wednesday, June 8, 2016

Prabowo dan Ahok Kompak Buka Lapak.Prabowo Jual Daging Rp 95ribu/Kg, Ahok Rp. 39ribu/kg


Beritateratas.com -  Beberapa hari ini ramai media kaum Salawi (Semua Salah Jokowi ) dan Salaki (Semua Salah Basuki ) memberitakan Prabowo jungkirbalikan harga, seperti contoh capture dibawah ini, pemberitaan Prabowo jual daging sapi murah dengan mendiskreditkan gambar Jokowi. 


Dengan senangnya kaum Salawi dan Salaki mengumbar berita sapi - sapi dan menggunakan intrik kaum 'sesapian' untuk menjunjung orang lain dan mendiskreditkan orang lain walau hanya dalam sekedar gambar.

Sayangnya kesenangan kaum Salawi dan kaum Salaki langsung buyar dan disekak mat sang Gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama dengan harga paling murah Rp. 39 ribu/kg. hahaha....Koq bisa? Simak penjelasan berikut ini:  


Wujudkan Mimpi Jokowi, Ahok Jual Daging Sapi Rp. 39 Ribu/Kg, Prabowo Rp.95.000/kg. PIlih mana?


Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN) bentukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar bazar daging sapi murah Rp.95 ribu per kilogramnya, di Sukabumi Jawa Barat.

“Obral daging sapi murah ini untuk membantu warga khususnya yang kurang mampu di tengah tingginya harga daging sapi menjelang Ramadhan yang saat ini harganya mencapai Rp130 ribu/kg,” kata Pendiri KGN Baldatun Center Sukabumi, Ade Dasep Zainal Abidin, Minggu (5/06/2016).

Menurut dia, obral daging sapi murah ini mulai dilaksanakan kemarin dengan jumlah sebanyak satu ton yang dikirim langsung oleh KGN pusat. Dalam sehari kemarin, kata dia, daging sapi lokal segar beku ini langsung diserbu oleh warga dan permintaan pun masih kurang.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, pihak KGN pusat pada hari ini kembali mengirim daging sapi segar yang baru saja dipotong dari rumah potong hewan sebanyak satu ton.

Dasep menegaskan, kegiatan ini tidak ada sedikit muatan politis, meski Prabowo Subianto merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

Progam ini hanya membantu pemerintah dalam menstabilkan harga daging sapi khususnya di Kabupaten Sukabumi, karena kami menilai tingginya harga daging sapi ini ada permainan harga yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Ade mengatakan, daging sapi ini dilarang untuk diperjual belikan lagi karena tujuannya untuk membantu masyarakat. Walaupun tidak ada batasan untuk membelinya.

Salah seorang pembeli, Elis mengaku, dirinya merasa terbantu dengan adanya progam ini di saat harga daging sapi di pasar mencapai Rp130 ribu/kg.

“Saya membeli hanya satu kilogram saja dan akan dimasak pada sahur pertama Ramadhan dan berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksananakan juga menjelang Idul Fitri 1437 H,” katanya.

Sebelum bazar murah Prabowo, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyediakan daging murah bersubsidi untuk warganya harganya lebih heboh 39ribu perkilo. Tak hanya pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja, para pekerja harian lepas (PHL) dan pekerja prasarana dan sarana umum (PPSU) juga akan mendapatkan jatah.

Direktur Utama PT Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma mengatakan, agar distribusi daging bersubsidi tepat sasaran akan dijual melalui rumah susun (rusun). Target utama untuk daging bersubsidi adalah pemegang KJP, PHL, dan PPSU.

"Pak Gubernur kan ingin cashless, agar terekam datanya dan tidak salah bagi. Targetnya kan untuk pemegang KJP dan yang punya rekening Bank DKI seperti PHL dan PPSU," kata Marina, Sabtu (4/6/2016).

Dia mengatakan, sebanyak 102 ton daging sapi akan dibeli oleh Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DKPKP). Jumlah tersebut yang akan disubsidi Pemprov DKI Jakarta dan didistribusikan untuk pemegang KJP, PHL, dan PPSU.

"Nanti 102 ton mau dibeli Dinas KPKP. Harganya jadi Rp39 ribu per kilogram," ujarnya.

Marina menambahkan, jelang Ramadan ini stok daging sapi aman. Bahkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah tersedia sebanyak 680 sapi siap potong di kandang. Jumlah tersebut bisa menutupi kebutuhan hingga 7-8 persen dan kebutuhan 30 persen. Sementara sisanya dilakukan impor.

"Stok aman terkendali. Ada yang dari NTT siap di kandang 680 ekor. Itu bisa membanjiri 7-8 persen.  Produksi banyak dulu," tandasnya.(Bisnis.com/Jitunews.com)

1 comment: