Sponsor

Thursday, April 7, 2016

Mengungkap Realitas Pahit Isu Sunny Tanuwidjaja, Sebuah Perjuangan Membangun Indonesia Baru



Mungkin gara-gara inisial S dari bos Agung Sedayu Sugianto Kusuma alias Aguan, dan nama istri Ahok yang memakai nama Tan, Sunny Tanuwidjaya di isukan dicekal KPK, ipar Ahok, dan memiliki jabatan resmi staf khusus Ahok. Sampai detik ini ketahuan semua itu adalah bohong adanya.   - KPK tidak mencekal Sunny ditulis di Solopos.com (Sumber: KPK Bantah Cekal Sunny Tanuwidjaja, Ahok: Masa Dia Jual Saya) - Sunny bukan kerabat, apalagi adik ipar Ahok di tulis di Kompas.com (Sumber : Ahok Buka-bukaan soal Sunny Tanuwidjaja)  - Sunny adalah anak magang, dan bukan staf khusus ditulis di Detik.com (Sumber : Waktu Kampanye 2012 Sunny Atur Jadwal Saya, Sekarang Nggak Ada Jabatan ) Begitu jahatkah Ahok sehingga dimusuhi sedemikan rupa? Dan apakah orang-orang tahu siapa si Sunny ini, dan apa latar belakangnya?  Begitu mudahkah mempercayai seorang maling bernama Sanusi lebih dari Ahok? Semua adalah deretan pertanyaan yang memenuhi pikiran saya.   *** Nama Sunny Tanuwidjaya bagi saya tidak asing.  Sayang saya belum pernah ketemu, padahal rencana saya ingin ketemu dia bulan lalu memperkenalkan diri.  Sayang kena gejala tipes, dan SGPT agak naik, jadi belum sempat ke Jakarta sampai sekarang. Saya ingin bertemu karena mau belajar dari dia yang saya tahu memang orang yang punya hati untuk Indonesia yang lebih baik, dan mengambil S3 politik.  Dan untuk orang keturunan Tionghoa mengambil jurusan politik itu jarang-jarang.  Dia termasuk yang ‘langka itu’. Pribadi yang menarik. Melihat nama Sunny menjadi bulan-bulanan medsos rasanya tidak tega dan juga muncul kemarahan yang luar biasa dihati.  Kemarahan yang ditujukkan kepada keadaan.  Keadaan yang sebenarnya sudah dipetakan, diprediksi, dan bahkan dihindari.  Sebab itu wanti-wanti dari orang tua, “Jangan masuk politik!” *** Selama tinggal di Amrik 1996-2003 saya menemukan bahwa ada sekelompok “minoritas” WNI keturunan yang sangat cinta Tuhan, dan cinta Indonesia.  Dan saya sempat mengikuti pertemuan di Chicago dan sangat takjub dengan anak-anak muda yang “sipit-sipit” dan “mapan-mapan” tapi kalau bicara Indonesia sangat berapi-api dan luar biasa patriotis. Seperti menemukan habitat, itulah yang saya rasakan.  Kami bermimpi bersama sebuah Indonesia yang lebih baik.  Dari doa, diskusi sampai larut, sampai membuat program-program yang mungkin bisa dikerjakan untuk Indonesia, kami coba lakukan.  Dan semuanya tanpa bayaran.  Intinya, kami cinta Indonesia. Kami pun mau iuran untuk bangsa ini! Dari kelompok inilah saya mendengar nama Sunny Tanuwidjaja, atau mungkin saya pernah ketemu tapi sama-sama lupa (setelah saya coba ingat-ingat).  Entahlah, yang jelas, itulah salah satu sumber kegelisahan dan kemarahan.  Karena seorang Sunny adalah seorang yang berani melompat di dunia yang “dilarang orang tua”, sementara seperti saya ini “baru berani” nulis di medsos.  Dan belum banyak melakukan untuk Indonesia. *** Isu reklamasi mungkin adalah isu terakhir yang bisa dipakai untuk menggoyang Ahok. Setelah ini lewat, hampir tidak ada waktu lagi mencari-cari kasus dan membangun opini untuk Pilkada 2017 di bulan Februari.  Praktis tinggal 10 bulan lagi. Time is ticking.  Jadi tidak heran kalau segala daya upaya akan dipakai untuk memastikan Ahok gagal.  Bola sudah bergulir, kita sama-sama menunggu apa langkah KPK selanjutnya.  Bagian kita adalah mengawal supaya semua kebenaran terungkap dan kebohongan dipatahkan.  Ini waktunya menyalakan lilin-lilin kebenaran sehingga kegelapan pun akan terpinggirkan.  Salam Indonesia Baru! Pendekar Solo 

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/hannysetiawan/mengungkap-realitas-pahit-isu-sunny-tanuwidjaja-sebuah-perjuangan-membangun-indonesia-baru_57053e77319773ed16f187ee

No comments:

Post a Comment