c

Jumat, 08 April 2016

Keluarga Depari: "Sudah Puaskah Kalian?


TOP nesw- Makmur Sembiring Depari (58), ayah dari Sonya Depari, menjadi "korban" perundungan yang ditujukan pada anaknya. Makmur meninggal dunia ditengarai karena tidak tahan dengan dengan ejekan dan cacian yang diterima dirinya dan keluarga, Kamis, 7 April 2016.
Atas kepergian Makmur, keluarga Depari mulai mengeluarkan kekesalannya di media sosial. Salah satunya akun bernama Friska Ulina Sembiring Depari.
"Buat kalian yang udah mencaci-maki adekkami dari semalam.. udah puaskah kalian? apakah hidup kalian smua sudah benar? apakah di antara kalian tdk pernah melakukan kesalahan? Sekarang bapaknya meninggal dunia karena gak tahan membaca berita2 di medsos dan mendengar cacian kalian kawan2 medsos.. Selamat jalan pak tengah, ku kenal kam sosok ayah yg baik, tenang di sorga."
Sonya memang menjadi pusat perundungannetizen Indonesia sepanjang Rabu-Kamis, 6 - 7 April 2016. Ini bermula dari amarahnya pada seorang polwan. Dikutip dari merdeka.com, tindakan arogan siswi itu terjadi di Jalan Sudirman, Medan.
Saat itu, mobil Honda Brio hitam bernomor polisi BK 1428 IG melintas dengan pintu belakang terbuka ke atas. Mobil yang ditumpangi tujuh siswi dengan seragam berlogo SMA Methodist I itu dihentikan seorang Polwan, Ipda Perida Panjaitan.
Polwan dan dua polantas lain menyatakan akan menindak dan membawa mobil itu ke kantor Satlantas Polresta Medan. Seorang siswi berambut panjang langsung emosi. Bukannya mengakui kesalahannya, siswi bernama Sonya itu justru marah dan mengaku memiliki "backing".
Saat itu, dia mengaku sebagai anak Jenderal Polisi. Di situlah tercetus nama salsah satu petinggi BNN. "Oh oke, mau dibawa? Siap-siap kena sanksi turun jabatan ya. Aku juga punya backing," ucap siswi itu yang tak disangka berakhir tragedi untuk keluarganya.
Atas kejadian ini, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto turut berduka cita dengan meninggalnya Makmur Sembiring Depari. Dia juga meminta agar masyarak tidak lagi mem-bully remaja itu.
"Kita menyadari bahwa insiden kemarin merupakan kenakalan remaja yang harus bersama-sama kita bina," ucap Mardiaz seperti dilansir dari merdeka.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar