c

Jumat, 15 April 2016

BREAKING NEWS..!! TERBONGKAR KEBOHONGAN KETUA BPK, semakin jelas


TOP news - kenapa BPK (eh ketua BPK)nye NGACO!

Kebohongan Terbaru Ketua BPK Soal RS Sumber Waras
Dalam wawancara di TV One, Kamis 14 April 2016, Ketua BPK Harry Azhar Aziz menyatakan bahwa pembayaran lahan RS Sumber Waras dari Pemprov DKI ke Yayasan Sumber Waras sebesar Rp. 750 Miliar dilakukan secara tunai (cash) pada malam tahun baru. Berikut kutipannya "Ini mau tahun baru tiba-tiba ada pembayaran tunai, ada apa ini?"

Sebelum kita cek data dan dokumen, akal sehat kita pasti bertanya-tanya: masuk akal kah uang sebesar Rp.750 Miliar dibayar tunai?
Menurut ekonom Poltak Hotradero dan Peneliti di Bursa Efek Jakarta, ucapan Ketua BPK itu tidak masuk akal.
Pertama. Uang tunai Rp 750 Miliar dalam bentuk pecahan 100 ribu, beratnya akan mencapai 7,5 Ton. Belum termasuk bungkus dan brankas-nya. Bagaimana pengirimannya, pengamananya dan penggudangannya?

Kedua. Menghitung uang tunai Rp. 750 Miliar yang setara 75000 gepok, bila rata-rata butuh waktu 15 detik per gepok, akan menghabiskan waktu sekitar 13 hari non-stop.
Ketiga. Dari mana bisa ngambil uang tunai Rp. 750 Miliar? Cuma bisa dari Bank Indonesia. Dan pasti akan menjadi pertanyaan BI, untuk apa uang dalam volume sebesar itu.

Keempat. Dari data dokumen, pembayarannya memang pakai cek no CK 493387 perpindahan antar rekening di Bank DKI. Tanggal deposit ceknya 30 Desember 2014 dan masuk rekening RS Sumber Waras tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp.717.905.072.500 Miliar. Bersama itu pula dibayarkan untuk pajak dengan cek no CK 493388 sebesar Rp. 37.784.477.500. Tapi Ketua BPK bilang setoran uang tunai berlangsung pada malam hari 31 Desember 2013.
Maka, Ketua BPK telah melakukan kebohongan publik dalam dua hal: (1) ia menyatakan pembayaran Rp750 Miliar dengan tunai yang bertentangan dengan akal sehat dan dokumen yang ada (2) dia menyatakan tanggal pembayaran pada malam hari menjelang tahun baru (31 Desember) yang benar tanggal 30 Desember 2014.
Hal ini membuktikan kredibilitas, integritas dan marwah BPK semakin terpuruk, karena Ketuanya masuk dalam Skandal Panama Papers, melakukan kebohongan publik, juga hasil audit BPK atas pembelian lahan RS Sumber Waras bertentangan dengan dokumen-dokumen yang ada.

Publik pun bertanya-tanya, ada apa dengan BPK, khususnya Ketua BPKnya? Apakah mau menggunakan isu RS Sumber Waras untuk menutupi skandal pribadinya?

Ahokers
Narahubung: Nong Darol Mahmada

26 komentar:

  1. wkwkwkwkwk...ini udang apa kepiting,ya..???

    BalasHapus
  2. Memang ga masuk akal kalau bayar tunai pas malam tahun baru, pas saat tutup buku bagi Bank.

    BalasHapus
  3. Ketua bpk terpropokasi oleh dprd dki, ,,,khasian anda kenak getah y n atau sama arti y anda gali kubur buat diri sendiri, ,,makin tajam sorotan masyrkat pd ketua bpk, ,,,hmmmm terbukti apa kata pepatah, ,,,,anda yang menentukan sendiri pepatah apa yang cucok buat ketua bpk!!!!:mmmm

    BalasHapus
  4. Bpk bpk kalo udah gak bisa jujur & tegas berhenti saja lah pa , ingat umur & dosa !!

    BalasHapus
  5. sekarang ketua BPKnya pusing 7 keliling, niat mau njatuhin ahok yg ga bisa kong kalikong, tapi dia sendiri yg akan jatuh terjerembab.. tinggal nunggu waktu

    BalasHapus
  6. Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Yg artinya: bla bla bla...

    BalasHapus
  7. Jujur itu mahal.....apalagi yg bisa jujur dan gak korupsi.....itu jauh lebih mahal dan berharga.....

    BalasHapus
  8. Tobatlah bapak2 koruptor, api neraka sangat panas lhoooo...

    BalasHapus
  9. Wah berabe negara ini kalau di pimpim oleh org2 bermental bejat...jakarta adlh barometer indonesia smg yg memimpin benar2 yang barokah..bukan org yg rakus Dan haus kekuasaan serta a.n. rakyat gembar-gembor kehidupan,kehidupan.kesucian pdhl bejat adanya...

    BalasHapus
  10. Wah berabe negara ini kalau di pimpim oleh org2 bermental bejat...jakarta adlh barometer indonesia smg yg memimpin benar2 yang barokah..bukan org yg rakus Dan haus kekuasaan serta a.n. rakyat gembar-gembor kehidupan,kehidupan.kesucian pdhl bejat adanya...

    BalasHapus
  11. soal njop aja ngotot katanya 7 juta sesuai jln.tomang utara tapi giliran ngitung kerugian negara pakai parameter pembelian oleh ciputra yg dibeli njopnya 15jt sesuai jl kyai tapa.jadi ngotot bilang itu jl tomang utara tapi pada saat yg sama mengakui itu jl.kyai tapa jadi inikah yg dibilang bpk profesional?

    BalasHapus
  12. soal njop aja ngotot katanya 7 juta sesuai jln.tomang utara tapi giliran ngitung kerugian negara pakai parameter pembelian oleh ciputra yg dibeli njopnya 15jt sesuai jl kyai tapa.jadi ngotot bilang itu jl tomang utara tapi pada saat yg sama mengakui itu jl.kyai tapa jadi inikah yg dibilang bpk profesional?

    BalasHapus
  13. ini namanya rapia putus sebagai tali, yang duluan ngendus malah belakangan ini jadi mistri sendiri,,hahhaa

    BalasHapus
  14. orang sekelas pa harry azhar aziz kok nalar nya bisa macet. akal sehatnya pun sama..mandeg. tidak masuk akal ada transaksi besar bernilai rp 750 miliar dibayar dengan uang tunai..nenek gua juga ga percaya karena akal sehatnya masih waras

    BalasHapus
  15. Gak pantes banget jadi ketua bpk mendingan mundur aja dari pada bikin malu

    BalasHapus
  16. Pecat aja dulu ketua BPK pak Jokowi, setelah itu selidiki sumber harta kekayaannnya

    BalasHapus
  17. hadeeeehh memalukan betul.copot tuh kagak waras

    BalasHapus
  18. Seorang Pejabat (Birokrat) tidak boleh menjatuhkan pejabat lain, sebaliknya, harus bekerja profesional, bebas dari tunggangan politik. Saat jabatan dijadikan tungangan politik, maka lembaga yang dipimpin akan menjadi sarang penyamun dan penipu

    BalasHapus
  19. Yang sudah terjadi adalah mantan Politikus menjadi pejabat publik maka akan menggunakan jabatannya untuk kepentingan politiknya. Lihat saja bagaimana mental kebanyakan para politikus kita.

    BalasHapus
  20. Jelas tidak masuk akal pembayaran cek tunai diartikan sbg cash. Utk transaksi besar dg cek atau BG, pasti pindah buku atau clearing kalo beda bank. Berdasarkan info tsb keduanya memiliki rek di Bank DKI, jd tdk ada pembayaran cash. Saya setuju kalo ketua BPK mundur karena tidak kompeten, tdk jujur dan punya skandal keuangan yg mencurigakan.

    BalasHapus
  21. Jelas tidak masuk akal pembayaran cek tunai diartikan sbg cash. Utk transaksi besar dg cek atau BG, pasti pindah buku atau clearing kalo beda bank. Berdasarkan info tsb keduanya memiliki rek di Bank DKI, jd tdk ada pembayaran cash. Saya setuju kalo ketua BPK mundur karena tidak kompeten, tdk jujur dan punya skandal keuangan yg mencurigakan.

    BalasHapus
  22. Bagusx bapak itu disekolahin kembali dari SD. Jgn2 suruh hitung harga sayur 5 ikat, yg per ikatx 1000 perak,, gak tau pula bapak ini.

    BalasHapus
  23. Kita belom tau yg sebenarnya terjadi sebelum ada hasil penyelidikan kpk lebih lanjut.
    tapi.sangat miris dan menyedihkan jika itu dilkukan hanya untuk sekedar mencari kekuasaan.kita tau bahwa politik itu memank memerlukan kecerdikan,tp perilaku seperti ini mencerminkan bahwa masih terlalu banyak orang2 yg berhati kotor dinegri ini yg menggunakan kedudukan untuk sebuah tujuan individunya.
    Negeri ini harus segera berbenah jgn sampai generasi2 itu lahir dari cerminan pejabat seperti ini.

    BalasHapus
  24. Kita belom tau yg sebenarnya terjadi sebelum ada hasil penyelidikan kpk lebih lanjut.
    tapi.sangat miris dan menyedihkan jika itu dilkukan hanya untuk sekedar mencari kekuasaan.kita tau bahwa politik itu memank memerlukan kecerdikan,tp perilaku seperti ini mencerminkan bahwa masih terlalu banyak orang2 yg berhati kotor dinegri ini yg menggunakan kedudukan untuk sebuah tujuan individunya.
    Negeri ini harus segera berbenah jgn sampai generasi2 itu lahir dari cerminan pejabat seperti ini.

    BalasHapus
  25. pejabat BUSUK, gue bunuh luu

    BalasHapus
  26. Ketua BPK pernah Membentak Para wartawan karena di tanya kasus Panama paper dan menyatakan tidak bersalah ; dari situ sebenarnya sudah terlihat Tindakannya yg tidak terhormat dan menunjukkan bukan orang bertanggung jawab,

    BalasHapus