Sponsor

Saturday, April 30, 2016

Sejumlah PNS Ancam Ikuti Jejak Rustam, Begini Jawaban Mengejutkan Ahok!!


TOP newsGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menantang para pejabat eselon II untuk menyampaikan surat pengunduran diri pada Senin (2/5). 

Ini dilakukan apabila pejabat eselon tersebut tidak mampu bekerja dan tidak suka kepada dirinya. 


Terbaru, pejabat yang mengundurkan diri adalah Rustam Effendi. Ia melepas jabatan sebagai Wali Kota Jakarta Utara. Rustam ditempatkan sebagai staf di Badan Diklat DKI. 

"Kepada wali kota, wakil wali kota, sekretaris kota, kepala dinas, wakil kepala dinas, bupati, wakil bupati, semuanya, kalau Anda tidak suka dengan saya dan mau mengundurkan diri seperti Pak Rustam, tolong hari Senin masukkan surat pengunduran diri ke saya," kata Ahok saat live di Kompas TV,  Jumat (29/4).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, menunggu hingga Senin untuk melihat ada berapa surat yang diterima olehnya terkait hal itu. "Saya mau lihat ada berapa surat yang mau mengajukan (pengunduran diri), Ga masalah!" ungkap Ahok.

Selain tegas kepada PNS yang desas desusnya akan ikuti jejak Rustam, Ahok juga tegas kepada 1.250 PNS Siluman yang ada di Pemrov DKI.  Menurut Ahok, para PNS siluman tersebut telah diminta mengembalikan gaji yang selama ini mereka terima. 

"Jadi suruh balikin. Atasannya kami kasih sanksi (kalau tidak mengembalikan,red). Saya enggak tahu (berapa jumlahnya,red). Tapi ada beberapa yang kami suruh balikin. Kalau dia sudah pensiun enggak digaji lagi," ujarnya. 

Ahok mengakui PNS yang tersangkut hukum namun putusan pengadilannya belum inkrah, akan diberhentikan sebagai PNS. Namun dengan terhormat. Dengan demikian orang tersebut tetap memiliki hak mendapatkan pensiun. 
"Ini undang-undang, saya tidak bisa ngelak. Tapi kalau mau sabar sedikit tunggu inkrah, tapi dia gaji jalan terus, hitung-hitung rugi juga, mending diberhentikan," ujar Ahok.(Jpnn.com)

Tuesday, April 19, 2016

terlambat mendapatkan pertolongan seorang bayi meninggal dirumah sakit



TOP news - Kisah sedih anak kedua dari pasangan bpk Markus Nainggolan ibu Lenni br Marpaung akhirnya menemui ajalnya pkl. 20.50 wib di RSU Herna, Kota Tebing Tinggi. Bpk Markus mengamuk ketika dikatakan dr. Faisal, Sp.A, yg datang memeriksa bhw si bayi sudah tdk bernyawa lg. Spontan bpk tersebut memaki-maki sang dokter dan perawat jaganya. "Dari tadi saya sdh minta tolong sama kalian bhw anak saya jengang-jengang, panasnya tinggi tp apa tindakan kalian.

Baru setelah anak saya meninggal dokter dtg. Dasar kalian membunuh anak saya" demikian pak Markus dgn emosinya menghentakkan tiang infus yg ada di samping anaknya membentak dokter dan perawat RSU tsb.
Menurut keterangan Lenni ibunya  bhw anaknya mengalami mencret dan panas sejak kemarin Minggu, 17 April 2016 dan mereka langsung membawa ke puskesmas yg ada si Desa Simodong, kec. Sei Suka, dan hasil rujukan dokter puskesmas tsb lah mereka ke RSU Herna ini. Tapi hasilnya apa mereka tdk mendapatkan pelayanan yg baik. Awalnya dokter yg menangani bkn dr. Faisal akan tetapi dr. Polin. Menurut keterangan dari Roy Berson, perawat yg bertugas bhw dokter polin jam kunjungnya sdh selesai pkl. 15.00 wib tadi krn kebetulan aja ada pasien dr. Faisal maka diarahkan dokter tsb menangani si bayi. Takut emosi bpk. Markus memuncak sang dokter pun kabur.
Inilah nasib orang susah padahal saya membawa anak saya berobat  bukan pakai kartu BPJS, ungkap bpk. Markus sambil memeluk anaknya yg sdh tdk bernyawa lg. Akhirnya ketika pihak RSU Herna meminta biaya pengobatan dan terapi si bayi  sebesar Rp.600.000,- dgn tegas pak Markus tdk bersedia membayarnya.
Bahkan beliau mengatakan akan menuntut RSU ini, dan dia  juga  meminta bantuan dan berharap kpd para wartawan, LSM dan yg lainnya utk bisa memberitakan kebenaran ini, agar pihak rumah sakit dan pemerintah peduli dengan nasib masyarakat kecil. Kota Tebing Tinggi, 18 April 2016.

sumber berita facebook ALEXANDER HARIANJA

Jokowi - Ahok Jadi Ancaman Besar Bagi Kekuatan Jahat Di Negri Ini




TOP news -Setelah era Soeharto pasca 1998, tidak ada lagi kekuatan politik dominan. Siapa pun yang berkuasa harus berbagi. Jika tidak, yang lain akan bersatu dan merongrong. Ketegasan dipelintir menjadi anti-demokrasi. Karena itu organisasi ‘swadaya’ dibentuk sebagai pasukan garis depan yang siap dikorbankan kapan saja tanpa harus menyeret tuan-nya.
 
Anda jangan berpikir Pemilihan Langsung adalah hasil perjuangan demokrasi partai politik. Pemilihan Langsung adalah jalan tengah agar semua parpol tetap memiliki posisi tawar. Karena seperti tender pemerintahan, partai politik berkompetisi dengan aturan tak tertulis. 

Yang menang mendapat bagian terbesar namun yang kalah juga tetap dapat bagian. Jika ada yang tidak puas, gertakan dan gosip mulai muncul. Setelah tebusan dipenuhi, lambat laun issue itu menghilang.

Ini terjadi karena tidak ada sosok yang bersih di elite politik. Semua memegang kartu dosa yang lain. Untuk meredam gejolak sosial 250juta rakyat, pegawai negeri juga dimanjakan. Akibatnya dana yang harusnya dinikmati rakyat untuk pembangunan terpaksa dialokasikan untuk mengelola kepuasan pemain politik.
 
Kadang ada tokoh yang bersih yang muncul dan lewat namun sistem politik tidak mengijinkan mereka masuk. Mereka hanya sebagai prestasi untuk menghibur rakyat. Jabatan pun tidak tinggi, jauh dari pusat kekuasaan dan dapat dihancurkan kapan saja. Lagipula, banyak yang hanyalah pencitraan, untuk komoditas politik karena dipercaya rakyat.
 
Tidak ada ceritanya sosok bersih mampu menerobos sistem politik Indonesia. Sampai sesuatu yang mustahil terjadi.
 
Seorang capres yang sebenarnya sudah no.1 di polling merasa galau. Karena sering menyaksikan akrobat politik, ia kuatir posisinya belum aman, apalagi catatan sejarah yang kelam. Dia harus melakukan sesuatu untuk merebut hati rakyat saat Pilpres nanti. Cara yang dahsyat dan instan adalah mendatangkan superstar yang bisa merebut hati rakyat.
 
Dan mujizat itu pun terjadi. Seperti Indonesia Idol, tiba-tiba saja 2 putra terbaik bangsa muncul di panggung politik ibukota, pusat kekuasaan melewati semua filter politik yang ada. Tanpa capres tadi, mustahil mereka berdua dapat tampil.
 
Mengapa ini bisa terjadi? Mereka berdua dianggap ‘aman’. Jokowi adalah pengusaha, bukan sosok yang ambisius. Jadi Gub. Jateng saja PDIP tidak mendukungnya. Ahok apalagi. Triple minoritas Tionghoa-Kristen-Non.Jawa. Aman.
 
Jika kalah melawan koalisi raksasa di belakang Foke, rakyat yang tidak puas akan membalas dengan memilih capres tersebut di Pilpres nanti. Menang-kalah, sang capres tetap menang. Win-Win.
 
Ternyata Jokowi & Ahok menang. Rakyat Jakarta mencintai dua pemimpin baru ini. Sempurna. Semua berjalan sesuai rencana sang Capres. Hanya saja ternyata Jokowi & Ahok memiliki paduan keberanian, kecerdasan dan hati yang sampai saat ini, tidak bisa dibeli. Kompak lagi berdua. Namun okelah, bisa apa sih dua orang melawan Pemprov Jakarta?
 
Para politikus Indonesia tidak sadar siapa yang mereka hadapi.

Jokowi dan Ahok ternyata kreatif dan cerdas. Mereka memiliki strategi yang tidak di-mengerti para politikus yang hanya jago mengatur proyek dan deal.

Keresahan mulai terjadi. Dapur, bobrok Pemprov DKI satu-persatu dibuka dan ditelanjangi. 
Dengan YouTube dan blusukan, pengaruh media politik tidak dapat lagi digunakan untuk menggiring opini. Keran yang deras mulai macet. Ancaman mulai terlihat.
 
Seperti biasa, pasukan kegelapan pun diturunkan. Namun hasilnya luar biasa. Siapa pun yang menyerang Jokowi Ahok pasti dihabisi rakyat. Parpol pun dilema. Mau melawan, Pemilu sudah dekat. Siapa pun yang bergerak mulai melawan, lawan politik nya yang menikmati.
 
Dukungan rakyat makin tak terbendung. Beribu sukarelawan muncul, menjadi corong di seluruh negeri yang mewartakan harapan baru. Bagaimana mungkin melawan relawan tak berbayar alias gratis? Pengaruh Jokowi-Ahok berkembang seperti virus. Jokowi-Ahok baru mulai bermunculan. Ditambah politikus yang ‘lebih bersih’ dengan jeli membaca situasi dan mengikuti gerbong. Tiba-tiba saja aturan permainan berubah. Terbalik. Parpol sekarang tidak powerful lagi. Pemilihan Langsung yang tadinya untuk berbagi kekuasaan menjadi ancaman mematikan.
 
Akhirnya tibalah saat itu. Ibu Mega tergerak dan melihat harapan baru, walaupun pahit karena bukan berasal dari trah Soekarno. PDIP mendukung Jokowi menjadi capres.
 
Namun elite politik masih melihat Jokowi sebagai salah satu dari mereka. Kasarnya, nanti nego-nego paling lebih mahal. Lagi-lagi mereka salah. Jokowi bukan pemain politik yang biasanya mereka hadapi. Amien Rais yang awalnya menggertak akhirnya mencoba memasangkan Jokowi dengan Hatta. ARB yang berpikir menjadi kunci Jokowi vs Prabowo juga kecele. Jokowi hanya mau ‘Tanpa Syarat’. Dia tidak mau disandera seperti SBY. (Catatan. Meskipun secara realitas Tanpa Syarat itu tidak mungkin 100%, namun Jokowi memegang kontrol jauh melebihi SBY)
 
Kepanikan mencapai puncaknya. Untuk pertama kali, elite-elite yang merasa terancam bergabung dalam KMP. Mungkin anda bisa membayangkan sebesar apa kepanikan mereka sampai mau bergabung dengan lawan-lawan mereka sendiri. UU MD3 dalam hitungan hari dikebut untuk menghadang Jokowi nanti.
 
Jokowi dan Ahok adalah ancaman besar bagi kekuatan jahat yang selama ini berkuasa di Indonesia. Eksekutif, Legislatif dan jajaran pemerintahan mengelola dana 1,850 Trilyun (APBN 2014) dan memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi market 8.600 Trilyun (GDP resmi tahunan 2014). Dana sebesar itu yang biasa di-manipulasi satu persatu dibuka ke publik secara transparan. Jika hal ini berlangsung terus, bisa dipastikan mereka tidak akan bisa mendapat bagian lagi.
 
Sekedar cerita, Ahok pernah mendapat tawaran dana sosial yang sangat besar dari para bos. Namun Ahok meminta mereka mengerjakan proyeknya sendiri karena.. bila masuk kas Pemprov bisa nunggu 3-tahun lagi sampai dana itu bisa digunakan. (itu pun kalo bisa). Saya bergidik membayangkan kengerian anak-2 nya saat melihat ribuan orang yang ingin menghabisi ayahnya. Semua itu hanya karena sang ayah mencintai Indonesia.
 
Di YouTube, saya melihat Presiden Indonesia yang kurus, tidak gagah & berwibawa ala SBY. Dengan bahasa Inggris seadanya, terbata-bata dia berusaha mencari pendanaan Luar Negeri karena sadar tidak bisa mengandalkan dana APBN yang harus melewati KMP.
 
Jika ada yang masih menuduh Jokowi pencitraan atau mempermasalahkan ‘santun’-nya Ahok, mungkin memang itulah karakter bangsa ini.
 Salam Indonesia Raya!

Monday, April 18, 2016

Ahok: Kalau ada yang lebih baik dari saya, jangan pilih saya



TOP news- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tengah diterpa banyak isu negatif. Mulai dari permasalahan pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras hingga izin pelaksanaan reklamasi di Teluk Jakarta.

Menurutnya, hal ini memberikan dampak positif bagi dirinya. Ahok mengatakan, hal ini juga sama saja dengan mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan kepala daerah 2017 mendatang.

"Enggak usah deklarasi. Tiap hari orang diserang semua sudah deklarasi kok," katanya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (18/4).

Walaupun sering mendapatkan serang negatif dari lawan politiknya, mantan Bupati Belitung Timur ini merasa santai. Menurutnya warga Jakarta sudah pintar dalam memilih pemimpinnya sehingga tidak masalah jika ternyata dirinya kalah dalam Pilkada mendatang.

"Kalau ada yang lebih baik dari saya, jangan pilih saya. Ada yang lebih jujur dari saya, jangan pilih saya. Kamu harus dapatkan yang terbaik dari yang terbaik untuk memimpin kamu. Tapi bukan cuma mengaku-ngaku seagama, sesuku, seras. Ya jangan dong. Kamu harus pintar sedikit," terangnya.

Dia menganalogikan, seseorang memiliki uang Rp 10 juta untuk membeli motor. Kemungkinan warga akan memilih motor yang telah memiliki kualitas dan rekam jejak yang baik, tidak mungkin membeli motor dengan kualitas jelek dengan harga sama.

"Kalau kamu punya uang Rp 10 juta, bisa dapat motor Jepang, kamu beli motor Tiongkok yang mereknya enggak jelas, merek 'Ahok' begitu loh. Lu (Anda) mesti pilih Yamaha, Honda, atau Suzuki, Kawasaki. Duitnya sama kok, nasib kamu 5 tahun itu sama, buang waktu juga sama yakni waktu datang ke TPS. Pilihlah yang terbaik yang bisa mengurusi kamu," tutupnya.

sumber : MERDEKA.COM

Sunday, April 17, 2016

Kebohongan Terbesar Ketua BPK Harry Azhar Aziz Kembali Terbongkar, Kali Ini Sangat Fatal & Memalukan




TOP news- Mau baca betapa mudahnya Pejabat berbohong nggak?

Menurut sang Ketua BPK dia diminta oleh anaknya usai pernikahannya dengan warga negara Chili untuk mendirikan perusahaan tersebut

Harry azhar aziz kedapatan berbohong bilang presiden jokowi cuek dirinya tersangkut kasus panama papers. Baca link ini http://goo.gl/72YlkY



Sebelumnya, Harry mengaku memiliki dan mendirikan Perusahaan di Panama usai menikahkan anaknya dengan warga Chili.

Namun sejak 2010, Harry tidak menjabat selaku direktur utama perusahaan, baca linknya disinihttp://goo.gl/wGNY77

Harry Azhar mendaftarkan perusahaan cangkang tersebut dengan bantuan Mossack Fonseca pada tahun 2010. Terus menjadi pemimpin perusahaan sampai tahun 2015.

  Tau nggak anaknya ketua BPKHarry azhar aziz ini nikahnya kapan?

Akad nikah dengan saksi Guberrnur BI Agus Martowardoyo waktu itu tanggal 10 Agustus 2014. AKAD lho ini. AKAD. AKAD NIKAHnya tanggal 10 Agustus 2014. 

Kalo resepsi masih bisa lah berkelit 4 tahun karena si Mina ini ga bisa pulang. 

Supaya data ini tidak dianggap abal abal silahkan langsung saja ke Sumbernya blogspot harry azhar aziz sendiri ini linknya http://goo.gl/56aNkg

Wow, perusahaan berdiri tahun 2010 usai anaknya menikah dengan orang Chili di tahun 2014. Ini inception banget yak. mungkin saja ketua BPK RI kita ini memiliki kemampuan mengubah waktu

Tambahan : Denger langsung pernyataan si Harry disini https://soundcloud.com/audiokbr/panama-papers-ini-alasan-ketua-bpk-dirikan-perusahaan-cangkang

Tambahan lagi :

Mina Azhar anak Harry Azis ini kelahiran tahun 1988. Pada tahun 2010 dia ambil S1 di 

한국과학기술원(KAIST) / Korea Advanced Institute of Science and Technology
Bachelor of Science (B.Sc.), Industrial Engineering
2008 – 2011
Activities and Societies: KISA, KAIST INA

sumber : https://www.linkedin.com/in/mina-azhar-900a8459

Pada saat itu sang anak kuliah di Korea. Universitasnya di 291 Daehak-ro, Yuseong-gu, Daejeon, South Korea. 

Jad menurut Harryi sang anak yang masi 22 tahun, lagi ambil S1 ngomong ke bapaknya 'Pa, kita bikin shell company yuk di Panama dengan bantuan Mossack Fonseca'

Haah? 

Nambah lagi, kalo lu google dikit bisa nemu juga informasi mengenai suaminya. Pada tahun 2010 dia juga lagi di Korea. 

Dan setelah baca2 info suami istri ini berdua kayaknya mereka ini melakukan banyak Penelitian Ilmiah untuk Universitas mereka (Izin, biaya, dan paten sudah diurus oleh Universitas kalo di luar negeri), bukan pengusaha. 

Buat apa mereka minta Harry untuk membentuk Shell Company? Gw sejujurnya merasa Harry ini udah nyeret2 Anaknya buat nyelamatin diri dia sendiri.

sumber: Dikutip dari ulasan kaskuser bernama  xamido

Ahok Sebut Jagoan Akan Menang Belakangan

Ahok Sebut Jagoan Akan Menang Belakangan

TOP news - Jika Ahok benar, cahaya fajar itu bagaikan dirinya.
“Kalau saya benar, saya tetap akan terang terus. Kamu enggak akan bisa tahan. Enggak ada kegelapan yang bisa menahan cahaya fajar,” ujar Ahok.
“Jadi bagi saya, enggak usah diteruskan polemik ini. Film ini masih panjang. Jagoan yang menang itu masih di ujung film bos! Tunggu aja!” tambah Ahok. (DOA)
Ahok Sebut Jagoan Akan Menang Belakangan, Ahok Sebut Jagoan Akan Menang Belakangan, Ahok Sebut Jagoan Akan Menang Belakangan


Saturday, April 16, 2016

Jangan sampai perbuatan ini Terjadi kepada anak anak kita "coba lihat kelakuan Bocah ini Masih Gunakan Baju Seragam Sekolah" Tapi Malah Goyang Tak Seronok Seperti ini Aksinya yuk guys dilihat dibawah ini aksinya

TOP news - Sekarang ini pergaulan anak­anak yang masihlah dibawah umur telah kelewatan batas.
Buktinya anak ­anak yang masihlah duduk di Sekolah Basic saja sudah pintar mengetahui c!nt4 ­c!nt4an.


Mirisnya saksikan fenomena ini beberapa orang-tua bukannya semakin melindungi anak ­anak mereka jadi anak anak mereka ditinggalkan demikian saja mengikut pergaulan yang tidak pantas.
Satu di antara contoh orang-tua yg tidak memperhatikan pergaulan anak ­anaknya yakni dengan adanya
satu video k*ntr0b3rs!al yang cukup mengagetkan dunia maya.

Video ini memperlihatkan beberapa anak yang masih tetap mengenakan seragam merah putih bergoyang dengan tarian yg tidak pantas. 

Video ini dapat segera menyebar dan berhasil memancing kemarahan umum.

Seperti ditulis  dalam video itu terlihat dua gadis yang masihlah kecil menari dengan dua
rekanan laki­lakinya didalam kelas.
Baca juga : Video Siswi SD D!s!ksa dan Dil3cehkan Rekannya Buat Heboh Media Sosial
Mirisnya bocah ­bocah itu terlihat memperagakan gerakan tarian yang mereka saksikan di video musik.

Gerakan tariannya sungguh demikianmemprihatinkan. Bocah ­bocah wanita seperti lakukan tarian twerking dan grinding pada anak laki­laki yang membungkuk di lantai.
Lantas, setelah anak laki ­laki yang satu kabur, dua bocah wanita itu jadi memperebutkan satu bocah
laki ­laki untuk menari bersamaan.

Namun, yang lebih parahnya lagi orang yang mengunggah video ini ke medsos yakni Jorge Luis Perez yang disebut ayah dari anak laki ­laki yang ikut menari dalam video itu.
Nah, anda ingin saksikan seperti apa? Berikut videonya …

Arahkan Dan jagalan slalu anak anak kita agar terhindar dari perbuatan perbuatan yang tidak pantas ini

Dirut Rs Sumber Waras Bongkar Kebohongan Ketua BPK Perihal Metode Pembayaran

foto kompas.com


TOP news- Direktur utama Rumah Sakit Sumber Waras Abraham Tedjanegara mengatakan bahwa pembayaran pembelian sebagian lahan rumah sakit Sumber Waras dilakukan melalui transfer ke rekening Bank DKI. Ia membantah jika pembayaran itu dilakukan tunai dengan uang cash.

"Yang benar pembayarannya itu kami terima di Bank DKI rekening kami. Rekening kami Bank DKI sudah lama, bukan gara-gara kami jual ini (baru buka), enggak," ujar Abraham di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, Sabtu (16/4/2016).

Abraham mengaku bingung jika pembayaran pembelian sebagian lahan itu dilakukan tunai dengan uang cash. Pasalnya akan sulit membawa uang ratusan miliar rupiah dalam bentuk cash.

"Ini yang bikin saya jadi tambah bingung, karena gini lho, Rp 755 miliar, saya ambil tunai, cash, mesti pakai berapa kontainer kalo begitu. Itu tidak benar," kata Abraham.

Saat penandatanganan perjanjian, lanjut Abraham, Pemprov DKI meminta RS Sumber Waras membuat kuitansi. Kuitansi yang diminta diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi waktu itu setelah kami tanda tangan, mereka (Pemprov DKI) meminta kami membuatkan kuitansi, kami buatkan, kami kasih, ya sudah," tutur Abraham.

Abraham menuturkan bahwa pihak RS Sumber Waras tidak pernah menerima bukti transfer dari Pemprov DKI terkait pembayaran pembelian lahan tersebut. Akan tetapi, pihak rumah sakit mengetahui pembayaran itu telah dilakukan karena dan dipastikan dengan memeriksa saldo pada 5 Januari 2015.

"Kami gak pernah dapat bukti transfer, tetapi saya tahu uang itu sudah masuk ke rekening kami. Kami lihat sudah ada di rekening kami. Yang menyatakan uangnya kami ambil tunai, gak benar itu," tegas Abraham.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menyampaikan data yang benar dalam audit mereka terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI pada tahun 2014.

Ahok, sapaan Basuki, melontarkan pernyataan itu seusai dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 12 jam pada Selasa (12/4/2016).

"Yang pasti, saya kira BPK menyembunyikan data kebenaran," kataAhok.

Menurut Ahok, BPK juga meminta Pemprov DKI membatalkan pembelian lahan RS Sumber Waras. Ahok menilai permintaan itu tidak mungkin bisa dilakukan.

"Karena pembelian tanah itu dengan terang dan tunai. Kalaudibalikin, harus jual balik. Kalau jual balik, mau enggak Sumber Waras beli harga baru? Kalau pakai harga lama, kerugian negara. Itu saja," ujar Ahok.

Dirut RS Sumber Waras: Negara Tak Rugi, Tanah Dijual Sesuai NJOP

DirekturRS Sumber Waras Abraham angkat bicara terkait tudingan penjualan rumah sakit tersebut ke Pemerintah Provinsi DKI menyebabkan kerugian negara. Dia menampik hal tersebut.

Dia mengatakan harga dijual sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 2014. "Kalau dibilang merugikan negara apa yang kami rugikan," sebut Abraham di RS Sumber Waras, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

"Tanah itu dijual sesuai NJOP," tambah dia.

Dia mengatakan NJOP 2014 ketika itu Rp 20.755.000 per meter. Mereka pun menjual sesuai harga NJOP 2014. Tidak menaikkan atau menurunkan harganya.

Menurut dia, Pemprov DKI juga menawar terlebih dahulu. RS Sumber Waras pun sepakat hanya menjual tanah. "Bangunan kita minta Rp 25 M, ketika dinego kita hilangkan, semua ongkos balik nama juga kami bayar," tegas Abraham

Sebelumnya, BPK menilai ada ketidaksesuaian prosedur dalam proses pembelian lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW). Pemprov DKI dianggap membeli dengan harga lebih tinggi dari seharusnya, hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

Lahan RS Sumber Waras itu dibeli dengan harga Rp 800 miliar. Dana diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI 2014.

Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meyakini, pembelian lahan tersebut tidak merugikan negara. Dia menilai audit yang dihasilkan BPK ngawur.

BPK pun menyerahkan hasil audit tersebut ke KPK, untuk menyelidiki dugaan adanya kerugian negara dalam kasus RS Sumber Waras. Sejumlah pihak dipanggil dalam mengungkap kasus tersebut. Salah satunya Ahok, yang diperiksa pada Selasa 12 April 2016.

sumber: kompas.com & liputan6.com